Beranda EKONOMI Giat Desa Setia Asih, Konsinyering Humas dan Protokol Kanwil PT Pegadaian...

Giat Desa Setia Asih, Konsinyering Humas dan Protokol Kanwil PT Pegadaian (Persero) Berjalan Lancar

1696
0
BERBAGI
Kepala Desa Setia Asih Hj. Siti Qomariyah, saat memberikan sambutan di hadapan peserta studi banding - kunjungan humas & protokol se- Indonesia.

Kab. Bekasi, (faktahukum.co,id) –  Kunjungan konsinyering humas dan protokol Kanwil PT Pegadaian (Persero) seluruh Indonesia yang di selenggarakan di Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, berlangsung kondusif dan disambut meriah oleh peserta,”Saya ucapkan trimakasih atas kunjungan silaturahimnya, semoga dapat memberikan manfaat untuk kita semua,”kata Kepala Desa Setia Asih Hj. Siti Qomariyah dalam sambutannya, Sabtu, (29/09/18).

Kades Setia Asih menambahkan dalam sambutannya,”Mudah-mudahan dengan adanya acara hari ini berjalan sukses dan membawa hasil yang memuaskan, tentunya atas nama Pemerintah Desa Setia Asih merasa bangga dengan PT Pegadaian (Persero) hadir untuk kita, BUMN hadir untuk negeri. Pada tahun 2016 pegadaian mulai masuk ke Desa Setia Asih, sehingga Desa Setia Asih menjadi salah satu desa binaan pegadaian,”ujar Kades.

“Sudah banyak sekali  bantuan yang diberikan, salah satunya yang menjadi kebanggan Desa Setia Asih adalah batik yang jadi produk unggulan, lalu dodol, telor asin, tanaman aquaphonik, sayuran organik, ternak itik yang saat ini sudah bergulir, dengan adanya hal ini, semoga dapat membantu perekonomian warga Desa Setia Asih.”tambahnya.

Desa Setia Asih banyak meraih prestasi bahkan menajdi juara satu untuk tingkat nasional untuk produk batik dan hal ini tidak lepas dari adanya support atau kerjasama dengan PT. Pegadaian (Persero).

Motto,”Setia Asih Bersatu, Jaya, Bersih Bersinar” tagline yang dapat memacu Desa Setia Asih semakin optimistis. Harapan yang tinggi agar bank sampah sukses,“Ada yang perlu di sampaikan, pesan dari warga bahwa warga menginginkan sampahnya itu di tukar dengan uang, dan pernah saya sampaikan juga ke warga bahwa sampah ketika ditukar dengan uang maka akan keluar dari tema,”Sampah Jadi Emas” namum barangkali ada kebijakan dari pihak pegadaian bahwa 50% dibayar uang dan 50% berupa tabungan emas,” harap Kades.

Sementara menurut Endang Pratiwi, Plh. Sekretaris Perusahaan Pusat dalam sambutannya menjelaskan,”Bahwa saya datang kesini, untuk studi banding terkait dengan program the Gade Clean & Gold, kita itu sebagai salah satu BUMN, memang tugasnya selain orientasi ke laba juga mempunyai tugas untuk pemberdayaan kemasyarakatan, yang tertuang dalam program kita, yaitu pegadaian bersih-bersih, dari tema itu kita punya tiga jenis golongan yaitu, bersih-bersih lingkungan yang kita namakan adalah the Gade Clean & Gold, bersih-bersih hati (memberikan sumbangan, santunan ke masjid dan sebagainya) dalam rangka membersihkan hati kita dan juga ada program bersih-bersih administrasi.” Papar Endang.

“Untuk saat ini yang akan kita geber di seluruh Indonesia sampai Desember adalah program bersih-bersih lingkungan yaitu the Gade Clean & Gold, dan kami beranggapan bahwa yang dilakukan oleh Kades Setia Asih Hj. Siti Qomariyah ini  akan menjadi prototype di kita, sehingga temen-temen humas di Indonesia bisa melihat Bank Sampah yang ada di Desa Setia Asih, biar memahami proses terbangunnya bank sampah, yang nantinya kita tularkan ke seantero Indonesia.”tambah Endang.

Sekretaris Desa (Sekdes) H.Z. Arifin mengatakan,”Adanya studi banding atau kunjungan terkait Bank sampah semoga dapat menginspirasi desa-desa lain, mengingat pengelolaan sampah melalui bank sampah sangat efektif untuk menggerakan upaya swadaya masyarakat mengelola sampah secara mandiri sejak dari rumah, tempat sampah diproduksi.”tutur Sekdes.

Direktur Bumdes, Rujito menjelaskan,”Jadi bank sampah itu, tidak hanya sebatas tempat menabung sampah saja, tetapi juga harus memberikan manfaat terhadap peningkatan perekonomian kerakyatan, menjadi tempat kreatifitas dan inovasi masyarakat dalam pengelolaan limbah sampah rumah tangga, menimbulkan rasa kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan,”ujar Rujito.

Bank Sampah dan Gallery Batik merupakan sebuah pencapaian yang saat ini tengah berlangsung di Desa Setia Asih, hasil karya dan ide kebersamaan yang solid serta sinergitas antara Desa Setia Asih dengan PT Pegadaian (Persero).

Acara dihadiri oleh Plh. Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero) Endang Pratiwi, Deputy Bisnis Kanwil Jatiwaringin PT Pegadaian (Persero), Basuki dan Chairil selaku manager humas dan protokol kanwil pegadaian, peserta dari PT Pegadaian, Babinsa, Bimaspol serta jajaran pegawai desa. (FHI01)