Beranda HUKRIM LBH Gerimis Desak Gubernur Tindak Tegas ASN Dugaan Esek – Esek ‘Mobil...

LBH Gerimis Desak Gubernur Tindak Tegas ASN Dugaan Esek – Esek ‘Mobil Goyang’.

847
0
BERBAGI

Manokwari, (faktahukum.co,id) – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Papua  Optimis (Gerimis) Yosep Titirlolobi,S.H meminta, Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, segera melakukan langkah tegas untuk memproses lebih lanjut dugaan peristiwa esek – esek (Perbuatan Mesum,red) didalam sebuah mobil bernopol PB 1xx9 ME yang terjadi dihalaman kantor Gubernur, Senin, 24 September 2018 lalu, sekitar pukul 09.45 wit, tepat usai apel pagi di lakukan oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kantor Gubernur Papua Barat.

Hal ini menyikapi sikap penyidik PPNS Aparatur Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Papua Barat yang sebagai Instansi Pemerintah mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan pengawasan dan penindakan sesuai amanah PP Nomor 12 tahun 2017 tentang pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pemerintah Daerah dinilai tidak berjalan maksimal alias seperti macan ompong dan hingga kini belum ada keterbukaan tindak lanjut kepada publik dan masyarakat di Papua Barat, terhadap sikap menindak oknum – oknum ASN yang nakal tersebut.

“Saya minta dan atas nama hukum serta masyarakat, pihak kepolisian tolong segera ambil langkah dan sikap tegas melakukan penyelidikan dan mengungkap segera pelaku mesum ‘mobil goyang’ dihalaman kantor gubernur. Ini sangat mencoreng wibawa seorang ASN,”ucap Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Papua  Optimis (Gerimis) Yosep Titirlolobi S.H, kepada awak media, Minggu (30/9/2018).

Adapun terkait alasan Gubernur D. Mandacan perlu melibatkan jajaran pihak kepolisian mengambil alih kasus ini, dikarenakan para pelaku aktor mesum di dalam mobil yang terjadi di Halaman kantor gubernur papua barat itu telah memenuhi unsur pidana Pasal 184 KUHP tentang perzinahan yang diancam hukuman pidana penjara, apabila terbukti telah melakukan perzinahan yang masing-masing masih terikat atas perkawinan yang sah, juga telah melanggar PP 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil.

“Ini sudah mencemarkan nama baik ASN Papua Barat. Kami harap Bapak Gubernur melaporkannya secara hukum, karena kejadian ini sudah memberikan persepsi buruk,” tegasnya

Apalagi, salah satu pelaku merupakan ASN yang diduga mempunyai jabatan sebagai salah satu Kepala Seksi pada bagian organisasi Setprov Papua Barat. Selain itu, mobil jenis Toyata Avanza berwarna biru metalik yang digunakan pelaku berbuat mesum merupakan kendaraan dinas, yang di beli oleh Negara  menggunakan uang rakyat.

Parahnya lagi sosok wanita saat digerebek masa seolah telah melecehkan institusi dengan menggunakan seragam coklat PNS tengah asyik berada di atas pangkuan sang pria di dalam mobil tersebut.

“Kalau PNS saja sudah langgar aturan dan berbuat asusila di tempat umum atau tempat pelayanan publik bagaimana dengan masyarakat? Pak Gubernur Papua Barat segera instruksi tegas hal ini, ini sudah mau seminggu masa belum ada langkah penindakan, atau sengaja ada pembiaran?,”imbuhnya

Sementara itu, terkait hal ini, Kepala Inspektorat Papua Barat, Sugiyono yang dihibungi sebelumnya menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan sekda Papua Barat. Selain itu, pihaknya telah membentuk tim APIP untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan mesum ini.

“Saya sudah bentuk tim untuk cari mereka. Sudah ada tanda – tanda terang namun belum bisa kami beberkan lebih lanjut, nanti kami akan press realesekan secara lengkap segera. Sementara mobil dinasnya akan kami tarik segera,”Tandasnya.

Sekedar diketahui kembali kronologi peristiwa Mesum itu, terkuak atas rasa penasaran sejumlah wartawan, warga masyarakat, dan beberapa ASN yang usai membubarkan diri dari Adpel pagi bersama melihat jelas kondisi sebuah mobil  bernopol PB 1xx9 ME di halaman kantor Gubernur pada Senin 24 September 2018 lalu, sekitar pukul 09.45 wit bergoyang – goyang dengan durasi cukup lama.

Timbul rasa penasaran sekelompok massa mulai berdekatan dan mulai mengintip dari jendela kaca mobil dan melihat terang adegan tak senonoh tersebut. Spontan kaget sedang diintip, sang sopir langsung tancap gas, beberapa PNS yang berusaha menghalau para wartawan tak dapat membendung karena si supir menerobos hadangan massa. (AN)