Lihatlah Ini
Lihatlah Ini
BeritaOPINI

Siswa Jadi Tumbal Study Tour, Siapa Tanggung Jawab

×

Siswa Jadi Tumbal Study Tour, Siapa Tanggung Jawab

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN BEKASI – Ketua Jajaka Nusantara Dewan Pimpinan Ranting (DPRA) Kedung Jaya Danu Ubaidillah mengimbau Seluruh sekolah di wilayah Kecamatan Babelan Khususnya di Desa Kedung Jaya untuk mengeluarkan peraturan yang memperketat pelaksanaan kegiatan study tour.

“Ya, jelas harus ada aturan yang ketat. Jangan seperti sekarang ini di mana study tour menjadi agenda wajib sebelum kelulusan/kenaikan kelas,” ujarnya, Minggu (12/5/2024).

↓↓ Gulir untuk Melanjutkan ↓↓
Pasang Iklan Disini

Danu mengatakan, pemerintah setempat dan Kepala Sekolah harus ikut turun tangan mengatur kegiatan ini mengingat selain membebankan biaya yang mahal kepada siswa, banyak pihak sekolah yang juga menerapkan sanksi apabila siswa tidak ikut study tour.
Menurut Danu, Sekolah lebih baik mengadakan berbagai bentuk kegiatan di sekolah yang bersifat refleksi diri serta penguatan minat dan bakat sehingga lebih bermanfaat dibandingkan siswa harus mengeluarkan biaya besar untuk sekedar jalan-jalan.

BACA JUGA :   Dirawat di RS Tiara, Tangan Bayi Usia 5 Bulan Bengkak dan Hitam

Terlebih, study tour biasanya diadakan untuk acara perpisahan siswa ketika akan lulus sehingga sebenarnya mereka lebih membutuhkan kegiatan yang dapat memberi bekal dalam menyambut pendidikan lebih tinggi.

“Saya berharap pemerintah setempat dan Kepala sekolah Di wilayah Babelan khususnya desa Kedung Jaya Harus mengeluarkan kebijakan untuk merespons banyaknya kegiatan study tour di sekolah yang seakan-akan adalah sebuah kewajiban. Harusnya Kepala sekolah melarang kegiatan semacam ini,” kata Danu.

Dilansir dari Republika, Pelaksana Harian Kepala Biro Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek Anang Ristanto menyatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sedang menindaklanjuti peristiwa kecelakaan bus di Subang yang menimpa pelajar SMK Lingga Kencana Depok. Anang menegaskan satuan pendidikan harus mengutamakan keselamatan murid dalam seluruh bentuk pembelajaran serta proses belajar dan mengajar yang dilakukan.

BACA JUGA :   Diduga Ilegal, Warga Bojongkerta Bogor Ini Nekat Jual-Beli 'WIFI'

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga, teman-teman, dan seluruh warga sekolah yang kehilangan dan terkena dampak atas kejadian yang memilukan ini,” kata Anang. (Danu)

Faktahukum on Google News