Home BISNIS Warga Desa Kedungsumur, Kab Probolinggo Harapkan Hadirnya Listrik PLN

Warga Desa Kedungsumur, Kab Probolinggo Harapkan Hadirnya Listrik PLN

720
0
SHARE
salah satu rumah yang berada di Desa Kedungsumur, Kab Probolinggo yang belum mendapat aliran listrik PLN

Probolinggo, (FHI) – Desa Kedungsumur adalah sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Pakuniran, dibawah kaki Gunung Argopuro di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

Desa yang belum masuknya aliran listrik PLN sebagai kebutuhan masyarakat itu ditempuh perjalanan sejauh 21 kilometer dari pusat kota Kraksaan yang mempunyai 5 Dusun yaitu Dusun yakni Dusun Kedungsumur, Kalianyar, Krajan, Tanian Lanjeng dan Dusun Kohtengah.

Untuk menerangi di lingkungan desanya, terdapat 26 mikrohidro (kincir air) yang disebar di beberapa anak sungai dari sungai Gunung Argopuro itu mampu menimbulkan aliran listrik guna keperluan masyarakat setempat. Satu unit mikrohidro mempunyai tegangan kapasitas watt yang berfariasi. Ada yang memiliki 3000 Watt yang mampu mengaliri listrik ke 10 kepala keluarga, dan 5000 Watt mampu mengaliri aliran listrik ke 15 Kepala Keluarga.

Sejak dahulu, warga di daerah ini hanya memanfaatkan lampu tempel tradisional berbahan sumbu dan minyak tanah. Tapi kini warga sedikit lega dan bisa menikmati terang ketika malam hari berkat adanya alat mikrohidro atau kincir air. Hal ini dirasakan warga sejak tahun 2009 lalu hingga sekarang. Namun karena tegangan listrik berkapasitas Watt dari alat tersebut terbatas, warga hanya bisa menggunakan kekuatan alat itu sesuai dengan ala kadarnya.

Menurut Hasan, salah seorang warga setempat mengungkapkan, jika kincir air itu sudah terbawa banjir saat musim hujan, maka seluruh warga harus menikmati gelap gulita di pemukimannya, dan mereka harus kembali menggunakan lampu tradisional berbahan sumbu dan minyak tanah, sampai ada kincir air baru atau setelah diperbaiki untuk kincir air yang rusak.

“Sejak dahulu Desa ini tak pernah ada listrik dari PLN. Kita pakai lampu tempel dari minyak tanah. Baru dari 2009 lalu ada bantuan Kincir air dari perusahaan swasta dan perorangan. Tapi, Kalau hampir musim hujan, kita disini mulai resah, karena sering kali Kincir air itu rusak dan ada juga yang terbawa banjir, karena disini kalau hujan sering banjir bandang,” tutur Hasan.

Hasan mengatakan, “warga sebetulnya ingin aliran listrik yang dari PLN, agar warga puas menikmati terangnya aliran listrik ketika malam hari, terutama di jalan. Karena jalan, di Desa itu seluruhnya gelap gulita tanpa ada penerangan. Aktivitas warga dan anak sekolah juga terhambat ketika listrik dari Kincir air itu mati,” ujarnya lebih lanjut

Sementara itu menurut Silahol, salah seorang perangkat desa mengungkapkan bahwa warga menginginkan jalan desa yang gelap gulita ada penerangan, warga juga ingin mengikuti jaman sekarang dengan menggunakan handphone. Di Desanya, kata Silahol, handphone tak bisa digunakan karena tidak ada signal, warga harus turun ke dataran yang lebih rendah yang sudah teraliri listrik jika ingin menggunakan handphonenya.

Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Probolinggo memperhatikan keluhannya untuk mengupayakan agar listrik dari PLN masuk ke desa tersebut. karena di Desa Kedungsumur itu, banyak potensi yang harus dikembangkan untuk kedepannya.

Menurut informasi, warga dan perangkat desa di Kedungsumur sudah melakukan pengajuan ke pihak PLN maupun Pemerintah Daerah, namun karena jarak tiang induk listrik yang ada di desa Kedungsumur sangat jauh dari pemukiman pedesaan sehingga kabel listrik tidak bisa menjangkau desa tersebut. (ang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here