Home PENDIDIKAN Usia 8 Bulan SMPN 3 Ampek Angkek Mampu Terbitkan Puluhan Buku

Usia 8 Bulan SMPN 3 Ampek Angkek Mampu Terbitkan Puluhan Buku

296
0
SHARE
penandatanganan kesepahaman oleh Bupati Agam, anggota DPRD, Kepala Disdikbud Agam, Camat Ampek Angkek, Pengawas Sekolah Manajerial, Kepala SMPN 3 Ampek Angkek, Komite Sekolah, dan Ketua Penggiat Literasi Sumbar pada saat lakukan launching SAGUSABU dan SASISABU di sekolah SMPN 3. Kamis, (29/03/2018)

Agam, Sumbar, (faktahukum.co.id) – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, yang masih berusia 8 bulan, telah menerbitkan Satu Guru Satu Buku (SAGUSABU) dan Satu Siswa Satu Buku (SASISABU).

Kepala Sekolah SMPN 3 Ampek Angkek, Yetti Yulia, M.Pd, dengan berbekal ilmu pelatihan tentang penulisan buku Oktober 2017 lalu mampu memimpin sekolah yang baru berusia delapan bulan dengan jumlah siswa 75 orang dapat melahirkan sebuah komitmen dari seluruh warga sekolah untuk menerbitkan satu buku untuk satu guru dan satu buku untuk satu siswa.

Kemauan serta komitmen yang diiringinya itu, akhirnya berbuah manis saat Bupati Agam H. Indra Catri Dt Malako Nan Putiah lakukan launching SAGUSABU dan SASISABU di sekolah SMPN 3. Kamis, (29/03/2018) kemarin.

Seperti yang dikatakan Bupati, bahwa menulis pada dasarnya merupakan keterampilan berbahasa dan cara menjalin komunikasi. Melalui tulisan dapat menyampaikan ide, gagasan, dan perasaan yang ada dalam hati. “Kita selalu memandang menulis adalah kegiatan yang sulit, ada juga dengan gaya ekstrimnya menyatakan menulis harus memiliki bakat, padahal menulis itu mudah,” ujarnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa aktivitas menulis justru sebenarnya ada beberapa keuntungan, seperti sarana untuk self expression, ajang untuk personal branding, membangun self confident, sebagai agent of change, sharing idea, profit making, hidup menjadi lebih sehat, serta sarana untuk berdakwah.

Pada kesempatan itu, Bupati menantang sekolah lain yang ada di Agam agar mampu mengikuti jejak yang dirintis sekolah termuda tersebut, tantangan juga disampaikan kepada pengurus PGRI Kabupaten Agam untuk memikirkan adanya percetakan agar bisa menampung, dan menerbitkan buku-buku hasil karya guru dan siswa.

Ia juga berharap agar sekolah selalu mendokumentasikan hasil karya siswa untuk bisa dijadikan buku. Dokumen bisa berupa hasil photography, puisi, cerpen, kerjinan tangan dan lainnya. Untuk membantu penerbitan buku karya guru dan siswa yang saat ini sedang dalam proses, Bupati secara spontan memberikan bantuan senilai Rp 5 juta.

Kepala SMPN 3 Ampek Angkek, Yetti Yulia, M. Pd menyampaikan, bahwa sampai saat ini dengan komitmen yang tinggi di SMPN 3 Ampek Angkek sudah bisa melahirkan 85 buku hasil goresan kepala sekolah, guru, karyawan dan siswa. Diantara buku-buku tersebut, sudah ada yang diterbitkan oleh penerbit “Media Guru” yang sudah mengantongi predikat ISBN. Sedangkan yang lainnya saat ini masih dalam proses penerbitan. Bahkan ada yang dicetak langsung oleh sekolah dan guru.

Launching ditandai dengan penandatanganan kesepahaman oleh Bupati Agam, anggota DPRD, Kepala Disdikbud Agam, Camat Ampek Angkek, Pengawas Sekolah Manajerial, Kepala SMPN 3 Ampek Angkek, Komite Sekolah, dan Ketua Penggiat Literasi Sumbar. (Zamzami)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here