Beranda KESEHATAN Tingkatkan Sinergitas Nyatakan Perang Terhadap Tuberkulosis (TBC)

Tingkatkan Sinergitas Nyatakan Perang Terhadap Tuberkulosis (TBC)

532
0
BERBAGI

Tegal, (faktahukum.co.id)-Tuberkulosis (TBC) penyakit menular mematikan ternyata masih mengancam Indonesia, belum lama ini salah satu warga Desa Tembongwah, Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal meninggal akibat TBC di usia produktif yaitu 38 tahun,”Sungguh tragis, usianya masih muda 38 tahunan, dia meninggalkan istri dan dua anaknya yang masih kecil-kecil,”kata Karom, Jum’at (9/11/18).

Berdasarkan data yang di dapat dari WHO 2016, Indonesia menempati posisi kedua dengan beban TBC tertinggi di Dunia. TBC penyakit lama yang masih menjadi pembunuh terbanyak diantara penyakit menular, berdasarkan laporan WHO 2017 diperkirakan 1.020.000 kasus di Indonesia namun baru terlaporkan ke Kementerian kesehatan sebanyak 420.000 kasus. Dilansir dari www://depkes.go.id

Dukungan pihak diluar kesehatan sangat berarti bagi program pencegahan dan pengendalian penyakit TBC. Semua pihak harus berkomitmen dan bekerjasama dalam melakukan pencegahan dan Pengendalian TBC.

Kerugianyang sangat besar bukan hanya dari aspek kesehatan semata tetapi juga dari aspek sosial, ekonomi dan keberlangsungan Bangsa karenanya perang terhadap TBC merupakan perang terhadap kemiskinan, ketidak produktifan, kelemahan akibat TBC.

Di Desa Tembongwah kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal tidak sedikit orang meninggal dunia diakibatkan mengidap penyakit TBC, terbaru dialami usia produktif, Soleh (38) RT 07/01 meninggalkan istri dan dua anak, Soleh meninggal Selasa, (06/11/18) belum lama ini.

Atas beberapa kasus tersebut Ketua Forum Kesehatan Desa(FKD) Desa Tembongwah Karomallah akan berkirim surat kepada Puskesmas, Dinas Kesehatan dan Bupati agar lebih meningkatkan sinerginitas Perang melawan TBC bersama melibatkan, mengajak semua unsur masyarakat yang tentunya berharap atas usulan masyarakat agar dalam perang melawan TBC bisa menggunakan dana transfer masuk Desa. Karom selaku ketua FKD berharap Puskesmas terdekat Kalibakung bisa melayani Rawat inap mengingat banyak Desa jauh dari pelayanan rawat inap letak geografis turun naik 560 dari permukaan laut (DPL) juga jarak tempuh memakan waktu beberapa jam dari RS terdekat. Jika terwujud puskesmas kalibakung melayani rawat inap umum sangat membantu masyarakat terutama masyarakat miskin dalam oprasianal transportasi sebagai bentuk mendekatkan Pelayanan. (Khot)