Beranda RAGAM DAERAH Tanpa Gunakan Anggaran, RPM Buktikan Bisa Bantu Himbau Warga Patuhi Prokes

Tanpa Gunakan Anggaran, RPM Buktikan Bisa Bantu Himbau Warga Patuhi Prokes

143
0
BERBAGI

Pandeglang-Banten, (faktahukum.co.id) – Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) Kabupaten Pandeglang, rutin melakukan ronda malam Minggu di wilayah Pandeglang. Dengan konsisten RPM selalu melakukan ronda malam Minggu tanpa pernah libur.

RPM juga membuktikan dalam mewujudkan kepedulian dan membantu Pemerintah untuk menghimbau masyarakat mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) dalam masa Pandemi dan menjaga lingkungan agar selalu aman, nyaman dan kondusif tidak perlu harus selalu dengan adanya anggaran dari Pemerintah, cukup dengan kepedulian dan tekad yang serius serta niat tulus pasti bisa dilakukan.

Di masa Pandemi Covid-19, RPM dalam kegiatan ronda malam lebih mengedepankan menghimbau warga atau masyarakat Pandeglang untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, untuk selalu mendisiplinkan 5M, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjahui kerumunan, Mengurangi aktifitas keluar rumah.

RPM besutan Tokoh Ulama Kharismatik dari Banten yaitu Abuya Muhtadi, yang dikomandoi dilapangan oleh Abas Ranta, sudah berjalan delapan tahun, selalu aktif berperan aktif membantu Pemerintah dalam hal Pekat, dan sudah banyak hasil temuan RPM di lapangan terutama anak jalanan yang dibina dan di berikan pendidikan di  Pondok Pesantren.

RPM sendiri lebih fokus dalam hal dakwah dan pencegahan di bidang Pekat (Penyakit Masyarakat), seperti asusila, miras, narkoba dan pergaulan bebas yang terlihat oleh mata kepala.

Walaupun dalam kegiatannya RPM tidak pernah ada bantuan anggaran dari Pemerintah, tetapi RPM selalu aktif dan konsisten membantu tugas dan tanggung jawab Pemerintah dalam hal menjaga lingkungan dari hal-hal penyakit masyarakat atau kemaksiatan, RPM juga selalu berkordinasi kepada instansi terkait apabila akan melakukan kegiatan dan selalu meminta arahan dan petunjuk.

Dalam menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar(mengajak kebaikan dan mencegah keburukan) RPM selalu mengedepankan dengan cara-cara bil maruf (arif dan bijak), sesuai aturan Pemerintah.

Seperti ronda malam Minggu yang dilakukan RPM, Sabtu (16/1/21) malam, menghimbau para pemuda pemudi yang kedapatan tidak memakai masker dan keluar sudah larut malam serta berkerumun, agar selalu mematuhi protokol kesehatan bila keluar rumah, dan tidak berkerumun, kemudian jangan keluar sampai larut malam apabila tidak ada kepentingan yang mendesak terutama bagi para wanita.

“Dalam kegiatan malam tadi RPM mendapati pasangan muda mudi di sekitaran alun-alun, dan menghimbau untuk segera pulang karena sudah larut malam dan tidak baik pasangan yang bukan suami istri terlihat berkeliaran tengah malam tanpa ada tujuan yang benar-benar penting,” kata H. Ahmad Musofa, selaku ketua RPM Pandeglang.

Selain itu, RPM juga menemukan dua pemudi yang masih di bawah umur berkeliaran di waktu yang sudah larut malam.

“Muda-mudi tersebut kami bawa ke Posko RPM dan diberikan siraman rohani setelah itu diantarkan ke rumah nya masing-masing, pasangan muda mudi tersebut, adalah warga Kp. Cilaja dan Warga Kp. Ciwalet,” tutur H. Uus.

Ia menambahkan, biasanya setiap ronda malam minggu pihak RPM selalu didampingi oleh pihak Sat Pol Pp Kabupaten Pandeglang, dan melakukan pendataan di Pos Pol Pp Alun-alun Pandeglang.

Apabila ditemukan pasangan muda mudi masih berkeliaran sudah larut malam atau wanita yang masih nongkrong serta berkeliaran tanpa tujuan yang jelas, akan dibawa dan dilakukan pendataan di pos Pol pp alun-alun.

“Sudah beberapa minggu ini RPM tidak didampingi oleh Satpol Pp dan Pos Satpol Pp di alun-alun juga terlihat tutup, mungkin karena siang hari nya Satpol Pp banyak melakukan giat Operasi Yustisi jadi lelah, lagian Satpol Pp kan beda dengan RPM, kalau tidak ada intruksi dari atas atau tidak ada anggaran mereka kan tidak bisa bekerja, beda dengan kami yang tenaga sukarela,” ucap Ketua RPM yang biasa disapa H. Uus.

Soal operasional di lapangan, seluruh anggota dan pengurus menggunakan dana pribadi masing-masing, karena biaya nya cukup dengan membeli bensin untuk kendaraan dan kemauan saja, terkadang ada juga dari donatur sesekali membantu alakadarnya.

Semoga kami selalu diberikan kesehatan dan selalu diberikan semangat untuk terus melakukan amal kebaikan dalam hal membantu Pemerintah dan menjaga lingkungan.

“Selaku masyarakat kami juga punya kewajiban untuk membantu tugas-tugas Pemerintah dan menjaga lingkungan, karena tanpa kepedulian dan kerja sama semua pihak, mustahil kita akan mendapatkan wilayah yang aman, nyaman dan kondusif,” tutup H. Uus.

Penulis: Putra.     Editor: Ade’M.