Beranda RAGAM DAERAH Tanggapi Keluhan Warga, Pemdes Liang Buah Perbaiki Jalan Masuk ke Desa

Tanggapi Keluhan Warga, Pemdes Liang Buah Perbaiki Jalan Masuk ke Desa

142
0
BERBAGI

Muara Teweh-Kalteng, (faktahukum.co.id) – Kerusakan jalan yang cukup parah menuju Desa Liang Buah, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara (Barut) yang sempat mendapat keluhan dari warga, akhirnya mulai dilakukan perbaikan.

Walaupun di tengah masa pandemi Covid-19 ini, Pemerintah Desa Liang Buah bersama aparatur desa, BPD dan masyarakat, masih bisa memgambil kebijakan untuk melakukan perbaikan.

Perbaikan dilakukan yakni dari Desa Liang Buah atas menuju Desa Liang Buah bawah atau ke jalan Negara yang selama ini rusak parah.

Dimana jalan tersebut merupakan jalan alternatif sepanjang  kurang lebih 7 km dengan menggunakan alat berat sejenis Grader yang diadakan pemerintah desa.

“Kepada seluruh elemen masyarakat dan yang berkepentingan, mari kita jaga dan rawat. Apabila cuaca hujan dan jalan masih basah, jangan sesekali di lalui apalagi mengunakan mobil sejenis roda 4 double gardan, apapun alasannya,” ujar Kepala Desa Liang Buah Sukardianto, Jumat (18/09/20).

Menurutnya, lebih baik  masyarakat bersabar dan menunggu sampai jalan tersebut kering demi kepentingan bersama.

“Saya atas nama pemerintah desa meminta maaf, sebab hanya ini lah kemampuan kami dari pihak desa. Karena sesunguhnya dana infrastruktur jalan semua dialihkan untuk bantuan Pandemi Covid-19 ini. Namun, di sisi lain perbaikan jalan ini juga sangat perlu buat warga desa, terutama menunjang perekonomian dan kelancaran akses warga,” tandasnya.

Sebelumnya, Nanto salah satu warga mengatakan, bahwa jalan menuju Desa Liang Buah ada sekitar tujuh kilometer. Satu kilo meter telah dilakukan pengecoran oleh pemerintah desa, dan satu kilometer lagi sudah dilakukan pengerasan okes.

“Jadi sekitar lima kilometer lagi jalan tersebut masih berupa tanah, yang mana  apabila hujan tidak dapat dilewati oleh warga,” terang Nanto.

Dari lima kilometer tersebut, lanjut dia, terdapat puluhan titik terparah yang menjadi kubangan air saat hujan dan tidak dapat kering hanya dalam beberapa hari.

“Apabila hujan, masyarakat tidak dapat masuk maupun keluar dari desa. Karena jalan tidak dapat dilalui oleh kendaraan,” ungkapnya.

 

Penulis : @lie/Tim                                           Editor : Bonding Cs.