Lihatlah Ini
Lihatlah Ini
NASIONAL

Takunjung Diusut, Sejumlah Warga Korban Penipuan Mafia Tanah Gruduk Polres Metro Bekasi

×

Takunjung Diusut, Sejumlah Warga Korban Penipuan Mafia Tanah Gruduk Polres Metro Bekasi

Sebarkan artikel ini

Kab. Bekasi – Sejumlah warga Kabupaten Bekasi mendatangi Polres Metro Bekasi mempertanyakan tindak lanjut laporan terhadap terlapor mafia tanah atas nama Marjaya yang diduga melakukan penipuan.

Terlapor dilaporkan sejumlah korban terkait penipuan jual beli tanah yang kerugiannya mencapai 2 miliar rupiah lebih.

↓↓ Gulir untuk Melanjutkan ↓↓
Pasang Iklan Disini

Salah satu korban, Irwan(45) mengatakan, ada sebanyak enam orang yang menjadi korban penipuan tersebut, laporan terhadap Marjaya sebenarnya sudah dilakukan sejak 2019 lalu. Namun, hingga kini belum ada kejelasan dan terlapor masih terlihat beraktivitas seperti biasanya.

“Kami membawa sejumlah barang bukti seperti kuwitansi pembayaran, sertifikat dan AJB palsu,” katanya, pada Senin (28/11/22).

BACA JUGA :   PT. Fajar Surya Wisesa Tbk, Distribusikan CSR Paket Sembako Pada Warga Desa Kalijaya

Irwan menuturkan, kejadian ini berawal ketika pamannya mau membeli sawah. Kemudian pelaku datang dan menawarkan lahan sawah seluas dua hektare di Kecamatan Muara Gembong.

Saat itu pelaku membawa sertifikat tanah dan surat kuasa atas nama Husni. Karena percaya korban melakukan pembayaran secara bertahap, namun setelah dilakukan pengecekan ke lokasi ternyata fiktif.

“Uang sudah dibayar ke pelapor Rp195 juta, ternyata lokasinya fiktif,” tuturnya.

Menurut Irwan, para korban hanya meminta uangnya. Namun, hingga kini terlapor tak kunjung mengembalikannya.

Sementara Kuasa hukum para korban, Eri Efendi menambahkan, hasil pertemuan dengan pihak kepolisian, terlapor akan dilakukan pemanggilan yang kedua pada Selasa hari ini (29/11/2022).

BACA JUGA :   Aparat Gabungan Polri, TNI dan Satpol PP Patroli Bubarkan Kerumunan Warga

Menurutnya, apabila pada pemanggilan yang kedua pelaku tidak hadir akan dilakukan upaya paksa.

“Sementara ini, pihak kepolisian masih melakukan penanganan secara normatif sesuai dengan hukum. Artinya, sudah sesuai dengan hukum yang berlaku. Apabila besok pelaku tidak hadir, maka polisi akan melakukan upaya paksa,” tuturnya. (H. Bonding)

Faktahukum on Google News
Example 120x600
error: Maaf Dilarang Copy Paste !!