Beranda RAGAM DAERAH Sebanyak 358 Warga Gayo Lues Terpapar Covid-19, Dua Pejabat Meninggal

Sebanyak 358 Warga Gayo Lues Terpapar Covid-19, Dua Pejabat Meninggal

1487
0
BERBAGI

Gayo Lues-Aceh, (fakta hukum.co.id) – Dalam kurun waktu satu bulan terakhir ini sebanyak 358 warga gayo lues dinyatakan positif terpapar Covid-19.di antaranya dua pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dinyatakan meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Hal ini dikatakan Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru, Selasa (11/5/2021) di Sekretariat Satgas Covid-19 Bale Musara Blangkejeren.

“Pemerintah Kabupaten Gayo Lues ikut berbelasungkawa atas meninggalnya kedua pejabat ini dalam kurun waktu satu bulan terakhir,” katanya, didampingi Dandim, Kapolres, Kepala BPBD dan Kadis Kominfo.

Dikatakan Bupati, korban meninggal terakhir satu pejabat eselon IV dan telah dimakamkan kemarin secara protokol kesehatan.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan kasus penyebaran COVID-19 saat ini menjadi ancaman serius bagi Gayo Lues, karena terus meningkat tak memandang kalangan pejabat atau masyarakat sipil.

Untuk itu, kata dia, pemerintah Gayo Lues terus mengimbau masyarakat agar disiplin dan menaati protokol kesehatan dengan prinsip 3M (memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan.

“Kesadaran untuk taat terhadap protokol kesehatan harus kita tingkatkan bersama guna melindungi diri kita dan keselamatan sanak keluarga maupun masyarakat sekitar kita,” kata Amru.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Gayo Lues mencatat hingga Maret 2021, terdapat 358 warga yang dinyatakan positif Covid-19.

Dari jumlah kasus itu, 17 orang yang masih dirawat di RSU MAK Gayo Lues. beberapa orang ada yang meninggal, dan sebagian lagi masih kritis, serta sebagian sudah diperkenankan isolasi mandiri di rumah masing masing.

Dalam bulan Ramadhan ini saja kata Bupati, sudah 10 orang yang meninggal akibat Covid-19. “Covid-19 tak mengenal batasan usia tua ataupun muda, oleh karena itu marilah kita sama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai upaya ikhtiar kita sebagai makhluk,” pungkasnya.

Penulis: Rauf Ariga. Editor: M. J.