Beranda NASIONAL Sebanyak 18 Diskotik di Bekasi Ditutup

Sebanyak 18 Diskotik di Bekasi Ditutup

157
0
BERBAGI

Kab. Bekasi, (faktahukum.co.id) – Keseriusan unsur Forkopimda Kabupaten Bekasi, untuk memutus mata rantai wabah Covid-19 terus di lakukan di masa Pemberlakukan Pembatasan Kebiasaan Masyarakat (PPKM), dengan kembali menutup 18 diskotik dan Tempat Hiburan Malam (THM) yang masih membandel.

Satu diskotik yang kedapatan membahayakan, oleh Bupati Bekasi sebagai ketua gugus Covid langsung di berlakukan penutupan permanen, Rabu (13/01/21) malam.

Di mulai dari tempat hiburan yang berada di kawasan Tamrin Lippo Cikarang, petugas gugus Covid yang di pimpin langsung ketua gugus Covid-19 Eka Supria Atmaja, wakil gugus Covid-19 Kombes Pol Hendra Gunawan, Kolonel Invantri Topan Tri Anggoro, ketua gugus Covid-19 Bidang Pariwisata Kompol Budi Setiadi dan Kasatpol PP Rahmat Atong.

Dengan langsung melakukan penyegelan di Lima tempat hiburan, yang di anggap masih membandel dengan membuka usahanya tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Usai menutup di Lima tempat yang berada di kawasan Lippo Cikarang, petugas gugus Covid kembali mendatangi kawasan Cikarang Squere, dengan kembali menutup tempat Spa dan Hotel Grend Surya.

Di tempat tersebut, petugas juga langsung melakukan penyegelan dan meminta pengelola untuk tidak membuka usahanya sementara. Dari dua lokasi berbeda, petugas kembali menyisir ke tempat hiburan lainnya ke wilayah Tambun Selatan, dengan kembali menutup dan menyegel 12 tempat hiburan malam dan diskotik.

Salah satunya penutupan diskotik Lute Cafe yang berada di Jalan Raya Infeksi Kalimalang dengan menutup secara permanen.

Di tempat tersebut, selain tidak di ijinkan untuk kembali membuka usahanya karena selain membahayakan pengunjung, juga kedapatan tidak memberlakukan protokol kesehatan dengan benar.

“Di masa pemberlakukan pembatasan kebiasaan masyarakat atau PPKM, kami petugas gugus Covid Kabupaten Bekasi tidak main-main, dan akan menindak tegas apapun tempat usaha yang tidak mengedepankan protokol kesehatan,” ujar Eka Supria Atmaja selaku ketua gugus Covid-19 Kabupaten Bekasi.

“Kami petugas gugus Covid-19 Kebupaten Bekasi, tidak melarang usaha untuk memulihkan ekonomi, namun seharusnya mengedepankan Prokes guna menghindari penyebaran wabah virus Covid-19 di Kabupaten Bekasi,” tambah Eka Supria Atmaja yang juga merupakan Bupati Bekasi.

Di singgung tentang adanya salah satu tempat hiburan diskotik Lutte yang di tutup secara permanen, dan tidak di ijinkan untuk selamanya membuka tempat tersebut, Eka Supria Atmaja tidak menyanggahnya, karena tempat tersebut selain sangat membahayakan juga sangat rentan dengan penyebaran Covid-19.

“Saya sangat miris melihat salah satu diskotik, saat kami datangi masih membuka usahanya. Dan saat saya lakukan pemantauan, nampak tempat tersebut tidak melakukan protokol kesehatan dengan baik, makanya dengan tegas kami langsung meminta untuk menutup usahanya permanen, dan bila kedapatan membandel akan di lakukan secara jalur hukum,” tendes Eka Supria Atmaja.

Penulis : Hend
Editor : Bonding Cs