Beranda RAGAM DAERAH Sandiaga Uno, Hadiri Diskusi Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sandiaga Uno, Hadiri Diskusi Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

80
0
BERBAGI

Kota Cirebon, (faktahukum.co.id) – Covid-19 memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan dalam mengembangkan usaha seperti sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bertempat di rumah makan kelapa manis, jalan raya Gronggong, Patapan, Kecamatan Beber, Kota Cirebon. Sandiaga Uno hadiri diskusi para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif Ciayumajakuning, Senin (31/05/21).

Dalam wawancara kepada awak media, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menjelaskan, para pelaku usaha ekonomi kreatif harus berinovasi dalam menghadapi tantangan.

“Kita harus meningkatkan keterampilan, keterampilan bukan hanya dibidang menjual online. Tapi juga keterampilan membuat konten kreatif produk-produk kita.┬áProduk ekonomi kreatif yang bisa menangkap peluang untuk menjadi pemenang di masa depan,” kata Sandiaga Uno.

“Pemerintah dan saya akan memastikan kementerian saya hadir dengan kebijakan yang berkeadilan untuk menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Masih kata Sandi, ada tiga puluh empat juta program-program yang tepat sasaran dan tepat waktu untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Masyarakat kita, yang membutuhkan lapangan kerja.

Oleh karena itu, Sandi menyebutkan, Cirebon yang sudah menjadi icon pariwisata ekonomi kreatif dengan batik dan produk-produk kulinernya harus kita tingkatkan. Khususnya di tengah pandemi dan kesulitan ekonomi.

Lanjut Sandi, kita harus melakukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Kita harus juga lakukan tiga G, gercep, gerak cepat, geber, gerak bersama. Dan gas pol, garak semua potensi.

Dan para pelaku ekonomi kreatif memiliki satu kebutuhan yang sama, yaitu untuk diberikan pelatihan, pendampingan, dan juga akses permodalan. Ini yang akan kita bantu dengan program-program Kementerian pariwisata untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Ada 3.7 triliun bantuan dan hibah Pariwisata, dana hibah pariwisata harus kita perluas bukan hanya hotel dan restoran. Tapi juga pelaku, pariwisata, dan ekonomi kreatif lainnya. Kita tidak ingin dengan ditutup tempat-tempat usaha tersebut akan memicu PHK massal.

Pemerintah harus hadir dengan memberikan sentuhan yaitu dana likuiditas. Kami melakukannya melalui dana hibah pariwisata dan provinsi Jabar, khususnya di Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan).

Ini kita lagi petakan dan kita butuh dukungan dari Pemprov, Pemkab dan Pemkot untuk memberikan data-data agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif ini bisa diberikan sentuhan dana hibah.” Tutup Sandi.

Selain itu, tanggapan Nono selaku GM (General Manager) dari Rumah Makan Kelapa Manis, dimana tempatnya dijadikan pertemuan diskusi yang dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta para pelaku usaha yang berada di Ciayumajakuning, “Saya selaku penggiat ekonomi merasa bangga, pak menteri ini mempunyai semangat dengan program-programnya,” tuturnya.

Harapan Nono, semoga dengan hadirnya pak menteri ini di Cirebon bisa memotivasi teman-teman pelaku industri pariwisata yang ada di Ciayumajakuning untuk bergerak.

“Pak Menteri sudah tahu potensi kita, kita sudah menunjukkan ke pak menteri, kolaborasi. Tinggal dilapangannya dengan Dinas Pariwisata masing-masing,” imbuhnya

Penulis : M. Sulaeman
Editor : Bonding Cs