Beranda RAGAM DAERAH Sambangi Proyek Kampus III, Rektor dan Wamenag Buka Harapan Kemajuan UIN Padang

Sambangi Proyek Kampus III, Rektor dan Wamenag Buka Harapan Kemajuan UIN Padang

104
0
BERBAGI

Padang-Sumbar, (faktahukum.co.id) – Sebagaimana pernah disampaikan Resident Representative Islamic Development Bank (IDB) Indonesia, Ibrahim Shoukry, dalam keterangan resminya, Selasa (07/01/2017) lalu, bahwa Pemerintah Indonesia mendapatkan utang dari US$ 488 juta dari IDB, untuk pembuatan jalan lintas pantai selatan Jawa, dan pengembangan Lembaga Pendidikan Tinggi Islam.

Tapi tidak termasuk untuk pembiayaan gedung-gedung UIN Kampus III Imam Bonjol, Padang. Kampus yang sangat megah ini dibangun dengan dana  Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai sebuah mata rantai yang panjang sejak Tahun 2015.

“Sebagai kelanjutan dari program IDB 6 in, 1 yang kemudian mengalami kendala. 6 in 1 tidak jadi mendapatkan dana IDB,” ujar Rektor UIN Imam Bonjol Padang Dr. H. Eka Putra Wirman, Lc, MA di lokasi proyek, Sabtu (21/11/20).

Ia pun mengungkap jumlah dana dari SBSN, untuk pembangunan Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang ini sebesar 374 Miliar rupiah dengan multy years (Tahun Jamak) 2020-2022 untuk 8 (Delapan gedung). Masing-masing tiga lantai dengan luas bangunan 39.000 meter persegi di atas lahan 13 Hektar.

Dalam kesempatan itu juga Wamenag Drs KH Zainut Tauhid MSi merespon positif, “Semoga tepat waktu, tepat sasaran, tepat anggaran dan tepat laporan. Tahun 2022 Kampus ini bisa digunakan oleh UIN Padang”.

Ia menilai konstruksi bangunan sudah sangat baik. Tapi ia mengingatkan karena setiap pembangunan pasti merusak lingkungan kecuali demi kemajuan bangsa.

“Jadi tetap diperhatikan lingkungan sekitar. Konsep lahan terbuka masih ada dan saluran air diberdayakan, kemudian banyak mata air yang harus dimanfaatkan” pesannya, dalam agenda Peninjauan Pembangunan Kampus III UIN IB Padang yang berlokasi di Sungai Bangek.

Disamping itu perlu juga membangun seperti  kolam penampungan air. Sehingga tidak terbuang percuma tapi tetap ramah lingkungan” pesannya lagi.

Ia menambahkan peran PPK dalam kelangsungan proyek sangat dibutuhkan. Untuk itu Wamenag berpesan kepada PPK proyek agar terus memantau dengan baik, turun ke lapangan secara periodik.

“Yang perlu diingat, ini nilainya cukup besar 374 milliar, sekian kali lipat besaran nilainya dari anggaran dana SBSN sebesar 500 milliar yang diperuntukkan ke 28 ribu pondok pesantren,” katanya diikuti tawa hadirin.

Hal ini diiyakan rektor UIN, bahwa keberhasilan atau kegagalan kita dalam mengelola proyek ini secara langsung akan mempengaruhi kepercayaan pemerintah terhadap Kementerian Agama untuk mengelola proyek dan program sejenis di masa yang akan datang.

“Insyaallah kita akan laksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” sambung Rektor UIN menanggapi dengan optimis.

Dengan pesan singkat itu Wamenag pun langsung menutup sambutannya, seraya  berharap agar proyek bisa berjalan dengan perencanaan yang baik, Ia meyakini UIN akan semakin maju  ke depannya.

Hadir pada kesempatan itu Kakanwil Kemenag Sumbar H Hendri SAg MPd, Kabag TU Irwan MAg, Kabag Humas UIN IB Padang Getri Aldenis, Kasubbag Umum dan Humas Kanwil Kemenag Sumbar Eri Gusnedi para pengawas dan konsultan proyek dan jajaran Polda Sumbar.

Penulis : Roni                                                   Editor : Bonding cs