Beranda KESEHATAN Roy Madea Oka: Berharap Defisit BPJS Kesehatan Tak Ganggu Pelayanan

Roy Madea Oka: Berharap Defisit BPJS Kesehatan Tak Ganggu Pelayanan

675
0
BERBAGI
Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Padang,(MPC ) ROY MADEA OKA

Padang, (faktahukum.co.id) – Awak media fakta hukum indonesia kota padang konfirmasi permasalahan BPJS pada Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Padang,( MPC  ) ROY MADEA OKA  mengharapkan, potensi defisit pada BPJS kesehatan tidak akan mengganggu pelayanan pada untuk masyarakat. Lembaga tersebut diminta semangkin optimal dan tetap memberikan pelayanan secara normal.

Meski demikian walaupun ada indikasi defisit BPJS kesehatan ‎pelayanan pada masyarakat diminta bisa dipastikan terus dilaksanakan ujar ROY MADEA OKA di Padang Jumat 21 September 2018.

Menurut ROY MADEA OKA selaku ketua PEMUDA PANCASILA Kota Padang Meminta  pemerintah dilihat harus cerdas memikirkan untuk mencari jalan menangani defisit pada BPJS kesehatan‎, agar tidak terulang pada tahun berikutnya.

Namun tentu saja berkaitan hal itu. Harus dilakukan hal-hal untuk mengantisipasi jangan sampai setiap tahun BPJS kesehatan ini mengalami defisit Anggaran ucab ROY MADEA OKA  selaku Ketua PEMUDA PANCASILA KOTA Padang

Selama ini saya merokok tapi setelah tahu pemerintah atau BPJS kekurangan anggaran untuk bayar pasien BPJS Maka sebab itu akan pikir- pikir untuk mulai merokok rutin.Seruan atau ajakan merokok ini jangan dimaknai negatif sambungnya sembari menghirup rokok merk terkenal di Indonesia.

Seperti yang diberitakan Presiden Joko Widodo telah menandatangani peraturan presiden (perpres) soal pemanfaatan cukai rokok dari daerah untuk menutup defisit keuangan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Perpres sudah ditandatangan dan sedang diundangkan di Kumham kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo di Istana Kepresidenan Jakarta Selasa (18/9/2018).

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebelumnya memang berharap pemerintah mengalirkan dana dari cukai rokok untuk menyeimbangkan arus keuangannya.

Pembahasan mengenai pemanfaatan cukai rokok ini sudah dilakukan sejak Mei 2018.

Sebab pada 2018 ini diperkirakan anggaran keuangan BPJS Kesehatan mengalami defisit sebesar Rp 16,5 triliun.. (  Firlan / Erizon )