Beranda RAGAM DAERAH Relokasi Rumah Korban Bencana Longsor di Jampang Tengah Tunggu Hasil Geologi

Relokasi Rumah Korban Bencana Longsor di Jampang Tengah Tunggu Hasil Geologi

561
0
BERBAGI

Sukabumi, (faktahukum.co.id) – Tidak terasa sudah lebih dari 1 bulan lamanya warga Kp. Kubang RT 43/11, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampang Tengah berada ditenda pengungsian akibat musibah bencana longsor.

Sebanyak 3 Keluarga pengungsi ditenda darurat itu tampaknya belum ada tanda-tanda ada bantuan dari pemerintah daerah. Seperti yang dikeluhkan salah seorang pengungsi, Uum (53) mengatakan hingga kini belum ada tindak lanjut dari Dinas terkait atas relokasi rumahnya yang rusak dan rawan bencana longsor itu. Menurut Uum, selama ini para pengungsi hanya diberikan bantuan seadanya seperti 21 liter beras, 5 dus indomie, beberapa kaleng ikan sarden, beberala kaleng kornet daging, beberapa kaleng tahu, alat-alat dapur, serta perlengkapan untuk tidur.

Baca juga berita : Kerugian Materil Bencana di Desa Sindaresmi Sukabumi Mencapai Rp. 300 Juta

Lanjut Uum saat ditemui wartawan faktahukum.co.id, Rabu, (30/5/2018) mengungkapkan para pengungsi sangat berharap secepatnya mendapatkan uluran tangan dari Pemerintah Daerah. Pasalnya, para pengungsi sudah tidak nyaman tinggal di tenda pengungsian. Terlebih lagi belakangan ini sering turunnya hujan yang akhirnya pengungsi kembali ke rumahnya masing-masing meski mereka harus mengambil resiko tinggi atas keselamatannya yang sewaktu-waktu bisa terjadi longsor kembali.

Sementara itu, menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Usman Jaelani, S.H, saat disambangi wartawan faktahukum.co.id mengatakan pihaknya sudah berupaya dalam penanganan awal dengan memberikan bantuan tenda dan logistik, serta melakukan kajian awal dari Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dalam mengevaluasi korban, melakukan koordinasi kepada Dinas Sosial.

Menurutnya, Dinas Sosial sudah memberikan bantuan darurat berupa kebutuhan pokok kepada para pengungsi meski belum maksimal. “Kita menunggu kajiannya, kalau memang betul di Jampang Tengah ada zona merah, yaitu zona yang dikhawatirkan benar adanya pergerakan tanah, kita berpikir bagaimana itu harus dievakuasi dan diberikan lahan pengganti (relokasi) ke lahan yang aman. Hingga saat ini, hasil dari kajian itu belum ada dan kami sedang menunggu dari pohak geologi,” ujar Usman.

Usman Jaelani juga menambahkan, “Adapun bantuan bahan-bahan material bangunan, kami harus mengajukan anggarannya terlebih dahulu. Itupun jika sudah ada putusan hasil kajian dari geologi yang menyatakan daerah tersebut tidak aman,” ujarnya lebih lanjut.

“BPBD sudah kirim laporan kepada pihak geologi mengenai bencana alam yang terjadi di 3 Kecamatan Jampang Tengah, Lengkong, dan Pabuaran,” pungkasnya. (Ade Guswara)