Lihatlah Ini
Lihatlah Ini
BeritaNASIONAL

Rakernas LAKI Ke-17 Bangkit Melawan Korupsi Menuju Indonesia Emas

×

Rakernas LAKI Ke-17 Bangkit Melawan Korupsi Menuju Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Rakernas LAKI (Laskar Anti Korupsi Indonesia) pada perhelatan tahunan ini mengambil tema, Bangkit Melawan Korupsi Menuju Indonesia Emas 2045, yang dilaksanakn tanggal 4 hingga 6 Juni 2024, Hotel Grand Kartika Kota Pontianak menjadi tuan rumah diselenggarakannya Rakernas ke-17 LAKI. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari seratusan peserta yang terdiri dari perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari seluruh Indonesia.

Rakernas kali ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalbar mewakili Pejabat Gubernur Kalbar, selain itu, acara ini juga mengundang seorang praktisi hukum handal, DR. Didi Tasidi S.H., M.H. yang saat ini menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Advokat/ Pengacara Indonesia (HAPI). Dalam acara tersebut, para peserta membahas berbagai strategi dan langkah dalam upaya memberantas korupsi di tanah air.

↓↓ Gulir untuk Melanjutkan ↓↓
Pasang Iklan Disini

Apresiasi tinggi DR. Didi Tasidi S.H., M.H. menghrapkan Rakernas Laskar Anti Korupsi Indonesia ke-17 ini dapat memberikan kontribusi positif dalam memerangi korupsi dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Rakernas ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menguatkan semangat dan komitmen semua pihak yang terlibat dalam menjaga integritas dan kejujuran dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketua Umum LAKI Burhanuddin Abdullah S.H. dalam sesi wawancara menilai transformasi digitalisasi belum optimal dalam mengupayakan tindak pidana korupsi dari pengamatan LAKI saat ini, korupsi makin merajalela mulai legislatif eksekutif dan yudikatif bahkan lembaga pengawas korupsi malah melakukan korupsi lalu lembaga mana lagi yang bisa dipercaya dan diandalkan untuk membangun integritas menuju Indonesia emas 2045 bila tidak peduli dengan nasib bangsa selama ini, ada beberapa hal penghambat negara ini bebas dari korupsi, yaitu belum mampunya legislatif dan yudikatif merivisi undang undang anti korupsi yang memberikan efek jera kepada pelaku korupsi, akibat perbuatan korupsi rakyat menjadi miskin dan sengsara tingkat kriminalitas meningkat lalu merosotnya moral bangsa menjadi kondisi tidak kondusif.

BACA JUGA :   LSM Cakra Buana Indonesia, Adukan PT. Hyundai Engineering Construction ke Dinas LH

Burhanuddin Abdullah S.H. mengajak semua jaringan dari tingkat pusat hingga Desa untuk memperkecil ruang gerak koruptor.(Daroel)

Faktahukum on Google News