Beranda RAGAM DAERAH PWRI Barut Rutin Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Lansia

PWRI Barut Rutin Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Lansia

57
0
BERBAGI

Barito Utara, Kalteng – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Pensiunan Sipil Kabupaten Barito Utara (Barut) setiap bulannya melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi para pensiunan di Pos Pelayanan Terpadu Lanjut Usia (Posyandu Lansia) di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) lantai II Muara Teweh, Kamis (8/9/2022).

“Kegiatan yang kita laksanakkan setiap bulan oleh PWRI Pensiunan Sipil Barito Utara dan dilaksanakan setiap tanggal 8, andaikan ini tidak ada tanggal merah. Bisa mundur bisa maju, tetapi kegiatan dilaksanakan tanggal 8 setiap bulan,” kata H Supiansyah pensiunan PNS Barito Utara.

Dikatakannya, dalam pemeriksaan kesehatan bagi PWRI ini pihaknya mendatangkan satu dokter dan tiga perawat dari Puskesmas Melayu.

“Teman-teman yang datang dan hadir rata-rata sudah pensiunan 60 tahun ke atas dan berkisar antara 30 sampai 50 orang tiap hadir,” ujar H Supiansyah.

Ia juga mengatakan, untuk sumber dana berasal dari bantuan hibah Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang cukup memadai sehingga dapat membeli alat-alat kesehatan.

“Seperti alat tensi, tes kolesterol, gula, asam urat dan obat-obatan yang diberikan secara gratis dari dana tersebut,” ungkapnya.

Selain itu juga, PWRI pensiunan sipil Barito Utara ini melaksanakan ajang silaturahmi dan kumpul-kumpul dari pensiunan ASN melaksanakan arisan.

“Arisan ini sifatnya sederhana saja dalam rangka untuk menjalin silaturahmi sehingga mereka terpacu untuk hadir yang utamanya adalah pemeriksaan kesehatan,” ucapnya.

Pada hari ini kita kedatangan tamu dari Bank Syariah Indonesia dalam rangka otentifikasi untuk pensiunan.

“Karena ada beberapa hal yang dari pensiunan kadang-kadang belum paham betul,” kata dia lagi.

Oleh sebab itu, otentifikasi dilaksanakan setiap bulan yang wajib dilaksanakan oleh pensiunan. Kalau tidak dilaksanakan selama tiga bulan biasanya gaji akan diblokir sementara.

“Jadi mereka akan memberi perekaman data, sidik jari, nama-nama orangnya untuk data yang akurat dan valid,” cetusnya.

Lebih lanjut H Supiansyah, apabila sampai 6 bulan tidak hadir patut dipertanyakan walaupun pengambilan lewat ATM, tetapi tidak ada otentifikasi.

“Apakah orangnya berpindah alamat, apakah yang bersangkutan masih ada dan sebagainya. Inilah yang diarahkan oleh Bank Syariah Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan, jumlah PWRI pensiunan sipil sangat banyak, mencapai 200 orang lebih, namun setelah pensiun terkadang yang bersangkutan berpindah alamat, jadi rata-rata yang bertempat di kota kabupaten yang hadir.

“Kita sudah mengundang, tetapi mereka kesulitan transport, apalagi di kecamatan yang jauh,” imbuhnya.

Ia juga mengharapkan bagi pensiunan sipil yang kebetulan datang ke kabupaten pada hari yang sama, dipersilahkan untuk datang ke Sekretariat PWRI dan yang terpenting yang bersangkutan dapat membawa keterangan bahwa sudah pensiun dan membawa KTP.
(@lie/Tim).