Home BERITA UTAMA PWMA DKI: KH Mas Abdurrahman Layak Jadi Pahlawan Nasional

PWMA DKI: KH Mas Abdurrahman Layak Jadi Pahlawan Nasional

60
0
SHARE

Para pembicara pada saresehan dan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Usulan Pahlawan Nasional bagi KH Mas Abdurrahman” yang berlangsung di Jakarta pada 30 November 2019 (Foto: Istimewa)

Jakarta, (faktahukum.co.id) – Segenap Keluarga Besar dan Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar (PWMA) DKI Jakarta mendukung usulan Pahlawan Nasional bagi salah satu pendiri Ormas Islam Mathla’ul Anwar, KH Mas Abdurrahman bin Jamal Al-Janakawi, Minggu (1/12/19).

Ketua PWMA DKI KH Nurdin Achmad (tengah) bersama Gubernur DKI Anies Baswedan pada suatu acara di Jakarta baru-baru ini (Foto: Istimewa)

“KH Mas Abdurrahman layak diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Kami mendukung usulan itu, karena beliau adalah pejuang kemerdekaan dan tokoh pendidikan yang banyak berperan dalam turut mencerdaskan bangsa,” kata anggota Majelis Amanah PWMA DKI Saeful Bahri kepada pers di Jakarta, Minggu malam.

Saeful mengemukakan keterangan tersebut ketika diminta komentar terkait adanya Saresehan dan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Usulan Pahlawan Nasional bagi KH Mas Abdurrahman” di Jakarta pada 30 November 2019.

Menurut anggota Majelis Amanah PWMA DKI yang juga Dewan Pengawas Syariah (DPS) di beberapa Lembaga Keuangan Syariah (LKS) itu, saresehan dan FGD itu sendiri didahului syukuran atas diangkatnya anggota Majelis Amanah Mathla’ul Anwar Fachrul Razi sebagai Menteri Agama.

Acara syukuran juga dihadiri Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) Pemprov DKI Jakarta Hendra Hidayat dan Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Saiful Mujab serta dibuka oleh Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Dr Juraidi MA.

Saeful lebih lanjut mengemukakan, dukungan terhadap usulan Pahlawan Nasional bagi pendiri Mathla’ul Anwar diwujudkan dalam “Surat Pernyataan” yang ditandatangani Ketua PWMA DKI KH Nurdin Achmad serta para pengurus lainnya.

Surat Pernyataan bersama itu ditandatangani sembilan pengurus yang berasal dari PWMA DKI, Muslimat Mathla’ul Anwar DKI serta Pengurus Daerah Mathla’ul Anwar (PDMA) dari lima wilayah DKI dan Kepulauan Seribu.
“Kami bersyukur Surat Pernyataan itu juga ditandatangani oleh seorang perwira polisi, yakni AKBP Jajang Hasan Basri dari Direktorat Binmas Polda Metro Jaya yang selama ini memang selalu hadir serta memberikan dukungan terhadap kegiatan PWMA DKI,” kata Saeful.

Mengutip informasi dari PBMA, ia juga menjelaskan, Mathla’ul Anwar didirikan pada 10 Juli 1916 oleh KH Mas Abdurrahman bersama rekannya, KH E Mohammad Yasin dan KH Tb Mohammad Sholeh serta dibantu oleh sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di daerah Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Ormas Islam itu didirikan berselang empat tahun setelah berdirinya Muhammadiyah serta sepuluh tahun lebih awal dibanding NU. Muhammadiyah dirikan pada 18 Nopember 1912 di Yogyakarta oleh KH Ahmad Dahlan dan NU pada 31 Januari 1926 di Surabaya oleh KH Hasyim Asy’ari.

Kini dalam usianya yang mencapai 103 tahun Mathla’ul Anwar telah memiliki pengurus wilayah di 30 provinsi, 63 perguruan, dan ribuan madrasah di seluruh Indonesia, bahkan telah memiliki perguruan tinggi, yakni Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA).

Penulis: Adunk. Editor: Syamhunter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here