Beranda NASIONAL Ketua LBH MUKI: Polri Wajib Tertibkan Perusuh dan Penjarah

Ketua LBH MUKI: Polri Wajib Tertibkan Perusuh dan Penjarah

988
0
BERBAGI

Jakarta, (faktahukum.co.id)- Melihat kondisi kerurusuhan tanggal 22 Mei lalu, Polri wajib menertibkannya dan bertindak tegas. Sebab hal itu di luar konteks, aksi yang seharusnya damai dalam menyampaikan pendapat atau keberatan hasil Pilpres yang diumumkan KPU 21 Mei pada dini hari lalu.

Menurut Ketua LBH MUKI, Theresia Purba, SH, mengatakan,”Seharusnya keberatan itu disampaikan dengan aksi damai sesuai dengan apa yang sudah disepakati bersama,”kata Theresia Purba, SH di Jakarta, Sabtu, (1/6/19).

Theresia Purba menambahkan,”Saat aksi demo 22 Mei lalu, Tito Karnavian, selaku Kapolri wajar menindak perusuh dan penjarah, sebab sudah masuk ke ranah pidana umum. Itu tugas Polri untuk mengamankan ibukota, untuk mencegah meluasnya kondisi rusuh hingga bakar-bakar ban dan rumah penduduk,”tambahnya.

Ketua MUKI mengungkapkan, Pemerintah telah nenyiapkan ruang dan tempat untuk menyampaikan keberatan dari kubu 02 melalui Mahkamah Konstitusi (MK) agar sengketa Pilkada dan Pilpres di selesaikan melalui jalur hukum, bukan jalur yang lain, yang dapat menimbulkan permasalahan baru.

Ia menjelaskan bahwa langkah yang diambil Kapolri layak di apresiasi dengan tidak mentolelir para perusuh dan penjarah.

“Patut kita apresiasi langkah Polri dan TNI demi menciptakan kondisi ibukota yang aman dan tenteram. Kita berharap ke depan, kasus 22 Mei tidak terulang kembali. Maka sosialisasi Pilkada dan Pilpres perlu lebih tersosialisasi hingga ke seluruh penjuru tanah air, dan para pelaku aksi damai, jangan mau disusupi niat jahat orang yang mau rusuh dan menjarah harta penduduk,”papar Theresia.

Lebih lanjut Dia mengatakan,”Hal ini bisa mencederai domokrasi yang terbangun sangat baik selama ini. Sampaikan aksimu dengan damai, dan mari kita patuhi UU yang telah kita sepakati bersama,”pungkas Theresia Purba, SH yang memiliki pengalaman sering turun membantu dan meperjuangkan hak-hak rakyat kecil di tanah air. (Purba/FH01)