Beranda HUKRIM Polres Dumai Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Sabu Sebanyak 8,3 Kg

Polres Dumai Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Sabu Sebanyak 8,3 Kg

59
0
BERBAGI

Dumai – Polres Dumai berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan berat mencapai 8,3 kilogram dan menangkap satu orang yang diduga sebagai pemilik barang haram tersebut.

Kapolres Dumai, AKBP Muhammad Kholid, mengatakan, pelaku yang diamankan inisial SJ (48) warga Dumai. Tersangka diamankan pada  hari Sabtu (20/11/2021) sekitar pukul 10.00 WIB di kediamannya.

Tersangka SJ merupakan orang suruhan Ahmadi alias Ujang alias Debus yang saat ini masuk dalam buronan kelas kakap Polda Riau yang juga warga Tanjung Palas.

“Pengungkapan pelaku kepemilikan Narkoba yang diketahui berinisial SJ ini berawal dari informasi jaringan para pelaku Debus yang masih melaksanakan aktivitas kejahatan,” kata Kapolres Dumai saat memimpin konferensi pers didampingi Kasat Narkoba Iptu Mardiwel. Selasa (23/11/2021).

Menindaklanjuti informasi tersebut, pelaku SJ diduga kenal dekat dengan Debus, bahkan SJ diduga merupakan orang kepercayaan Debus untuk menyimpan narkoba miliknya.

AKBP Kholid menjelaskan, setelah SJ, yang merupakan tukang sumur bor ini diamankan, anggota melakukan penggeledahan. Polisi menemukan satu plastik asoi warna hitam berisi dua bungkus plastik bening berisikan sabu di kamar.

Selanjutnya tim melakukan penggeledahan di gudang samping rumah tersangka SJ ditemukan satu karung warna putih yang di dalamnya terdapat delapan bungkus teh cina berwarna hijau bertuliskan Guanyinwang. Masing-masing beratnya sekitar satu kilogram.

“Dalam penangkapan juga diamankan satu handphone. Menurut tersangka SJ, sabu tersebut diantar langsung oleh tersangka Debus,” sebutnya.

Kholid mengatakan, selain barang bukti Narkoba turut diamankan buku tabungan BRI, dan satu bungkus Narkoba masih tersisa sekitar 3 gram. Selebihnya menurut pengakuan tersangka sudah diedarkan ke sejumlah daerah seperti Dumai, Pekanbaru, dan Jambi.

Lanjutnya, untuk buku tabungan yang dimiliki tersangka akan dilakukan pengecekan ke mana saja transaksi yang mereka lakukan. Apakah ada transaksi ke Debus atau ada orang lain dari sana akan diketahui dan kemungkinan besar bakal ada tersangka baru.

“Kita juga akan mendalami kedekatan pelaku yang juga berperan sebagai pengedar ini dengan Debus, karena bisa saja pelaku memang orang kepercayaan Debus yang merupakan bandar Narkoba jaringan Internasional,” ungkapnya. (Hartono).