Beranda HUKRIM Polisi Selidiki Kematian Bayi Terbungkus Handuk di Kontrakan

Polisi Selidiki Kematian Bayi Terbungkus Handuk di Kontrakan

78
0
BERBAGI

Pandeglang, Banten – Polisi resort (Polres) Pandeglang, masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian bayi Laki-laki yang ditemukan terbungkus handuk di sebuah kontrakan di Kp. Juhut, Kel. Juhut, Kec. Karangtanjung, Kab. Pandeglang, Prov. Banten.

Kapolres Pandeglang, melalui Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Shilton mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kematian bayi yang ditemukan warga di sebuah kontrakan.

“Kita terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian bayi laki-laki yang diduga tidak wajar, di Kel. Juhut, Insyaallah malam ini akan dilakukan autopsi,” kata Shilton, Rabu (25/1/2023).

Shilton menjelaskan, menurut keterangan saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tinggal dekat dengan kontrakan tersebut, awalnya mendengar ada suara bayi menangis ketika ia hendak ke kamar mandi.

“Waktu mau ke kamar mandi terdengar ada suara bayi di dalam kamar mandi kontrakan, spontan ia langsung menghampiri suara tersebut, tetapi tidak terlihat ada bayi melainkan ditemukan bercak darah, kemudian dirinya melaporkan kepada pemilik kontrakan,” jelas Shilton.

Lanjutnya, pemilik kontrakan yang mendapatkan informasi tersebut didampingi warga langsung menelusuri jejak darah sampai akhirnya menemukan seorang bayi yang terbungkus oleh handuk.

“Begitu melihat kondisi bayi dengan kondisi yang mengenaskan, mereka langsungĀ  membawanya ke puskesmas guna mendapatkan penanganan medis, tapi malang nyawa bayi tersebut tidak tertolong, lalu pemilik kontrakan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cadasari,” papar Shilton.

Saat ini kata Shilton, pihak Kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian bayi tersebut.

“Kita sudah memintai keterangan saksi-saksi dan akan melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian bayi tersebut, kita belum berani menyimpulkan penyebab kematian bayi tersebut apakah ada unsur percobaan pembunuhan atau tidak sebelum ada hasil autopsi dan bukti-bukti yang cukup,” pungkasnya.

Sementara di tempat terpisah, Lurah Juhut, Ahmad Kurnia saat dikonfirmasi oleh faktahukum.co.id mengatakan, bayi laki-laki tersebut diketahui adalah anak dari Ibu UU (42) yang mengontrak di Kp. Juhut RT 001, RW 001, Kel. Juhut, Kec. Karangtanjung.

“Bu UU itu ngontrak di Kp. Juhut bersama dengan suaminya, kesehariannya mereka berjualan kopi di Alun-alun Pandeglang,” kata Ahmad Kurnia.

Dikatakan Ahmad Kurnia, peristiwa ini sempat membuat geger warga, karena informasi yang berkembang di masyarakat bahwa bayi tersebut meninggal diduga dibunuh oleh Ibu nya sendiri.

“Emang warga sempat geger dengan adanya penemuan bayi yang baru lahir terbungkus handuk di sebuah kontrakan dengan kondisi yang mengenaskan dan akhirnya meninggal dunia, peristiwa ini sudah ditangani pihak Kepolisian dan akan dilakukan autopsi, kita tunggu saja keterangan dari pihak kepolisian apa penyebab bayi malang tersebut meninggal,” pungkasnya. (Ryan).