Beranda RAGAM DAERAH PN Bandung Kabulkan Penangguhan Penahanan Iryanto

PN Bandung Kabulkan Penangguhan Penahanan Iryanto

74
0
BERBAGI

Bogor, (faktahukum.Co.id) – Kuasa Hukum maupun Keluarga dari Iryanto Senin (24/11/20), mendatangi Polres Bogor, dalam rangka penjemputan Iryanto, setelah pengajuan penangguhan penahanan terdakwa kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT), Iryanto Mantan Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, akhirnya di kabulkan Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Bandung, terhitung sejak 23 November 2020, terdakwa Iryanto bisa menghirup udara segar di rumahnya.

Iryanto yang di dampingi Dinalara Butar-butar Kuasa Hukum, beserta keluarga terlihat keluar dari Polres Bogor pada jam 10.00 wib, dan saat para awak media meminta komentar atas dasar di kabulkannya penangguhan penahanan tersebut, Iryanto menyerahkan sepenuhnya kepada Kuasa Hukumnya.

“Yang pasti saya tidak bisa memberikan statement apa-apa dulu, tapi saya pribadi dan keluarga mengucapkan syukur alhamdulillah, bahwa perjuangan kami semua, terutama Kuasa Hukum sudah memberikan yang terbaik, sehingga permohonan penangguhan pahananan di kabulkan oleh pengadilan,” jelasnya.

Sementara itu Dinalara Butar-butar Kuasa Hukum Iryanto mengatakan, meski kliennya ditangguhkan penahanannya, namun nantinya terdakwa harus tetap mengikuti persidangan selanjutnya sampai selesai, dan putusan vonis dibacakan.

“Kami Kuasa Hukum dan keluarga pak Iryanto, sangat merasa bahagia dengan ditangguhkannya penahanan pada klien kami ini, sehingga kedepannya nanti, kami sebagai tim Kuasa Hukum, akan semakin mudah melakukan komunikasi, untuk membuktikan Delik Hukum yang menyeret klien kami sebagai terdakwa kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Selanjutnya saat di tanya media Fakta Hukum indonesi terkait dasar di kabulkannya penangguhan penahanan terhadap kliennya, Dinalara Butar-butar sebagai Kuasa Hukum menyebutkan, bisa jadi pertimbangannya berdasarkan permohonan yang di ajukan oleh Kuasa Hukum sekitar bulan Juli yang lalu, atau mungkin bisa juga, Hakim melihat terlebih dahulu dari perjalanan sidang selama ini, sehingga apakah nanti terdakwa layak diberikan penangguhan penahanan, tapi kita semua sudah tahu, kalau Hakim akhirnya mengabulkan penangguhan penahanan saat berlangsungnya sidang lanjutan OTT di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Jumat (20/11/2020).

Selain itu, dari hasil persidangan yang berlangsung selama ini, menurut dugaan Dinalara Butar-butar Kuasa Hukum dari terdakwa, bahwa 11 saksi yang sudah di ajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), tidak ada satupun titik lemah ataupun pengakuan saksi dalam persidangan, dan begitu juga perbuatan yang mengarah kepada klien kami Iryanto, tapi perbuatan itu malah mengarah kepada AB dan FA.

“Jadi dari 11 saksi dan termasuk saksi kunci yang melakukan pemberian uang, dikatakan tidak pernah berkomunikasi dengan pak Iryanto, bahkan masalah uang pun, saksi tidak pernah berkomumikasi dengan Iryanto, dan bahkan si pengurus ijin pun mengatakan tidak pernah melakukan kesepakatan apapun dengan Iryanto, jangankan kesepakatan kepengurusan bahkan kesepakatan uang pun tidak pernah,” ujarnya.

Dinalara Butar-butar juga menjelaskan, kalau dalam fakta persidangan selama ini, dimana BAP dan keterangan saksi maupun keterangan saksi Polisi, dinilai tidak sesuai dan sangat berbeda, sehingga menurut Dinalara Butar-butar bahwa dalam pembuatan BAP, sepertinya sangat dipaksakan.

Untuk itu Dinalara Butar-butar mengungkapkan, apa yang di dakwakan Jaksa kepada kliennya, menurutnya tidak terpenuhi, sehingga perkara ini nantinya, diharapkan bisa bebas terhadap kliennya, adapun alasannya, bahwa apa yang di dakwakan tidak sesuai dengan unsur-unsur pasal dakwaan kepada Iryanto.

“Saya sebagai Kuasa Hukum berharap kepada Majelis Hakim, agar sedikit saja ada punya hati nurani, saya yakin klien kami bisa bebas murni (vrijspraak), karena fakta hukum, saksi yang diajukan JPU tidak ada satu bukti pun yang membuktikan bahwa Iryanto menerima uang,” pungkasnya.

Penulis: Zakaria.S Editor: Bonding.Cs