Home KESEHATAN Pertumbuhan Penduduk dan Kelahiran Tinggi, Sultra Tingkatkan Kampung KB

Pertumbuhan Penduduk dan Kelahiran Tinggi, Sultra Tingkatkan Kampung KB

180
0
SHARE

Kedari, (faktahukum.co.id) – Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini tengah menghadapi tantangan kependudukan, seperti laju pertumbuhan  penduduk tinggi, migrasi masuk yang pesat,  rata-rata tingkat kelahiran per perempuan (TFR) masih tinggi.

Pemakaian kontrasepsi masih rendah, unmeet need, angka usia kawin muda masih memprihatinkan, dan bonus demografi yang tidak kita dapatkan (hanya Kota Kendari).

Hal ini disampaikan dalam sambutan Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas di acara rapat koordinasi daerah (Rakorda) program BKKBN 2019 disalah satu hotel di Kota Kendari, Kamis, (22/3/19) kemarin.

Wagub mengemukakan,”Terus kita tingkatkan Kampung Keluarga Berencana (Kampung KB), walaupun pelaksanaan dan implementasi di lapangan masih terkendala seperti kurangnya partisipasi dan koordinasi (BKKKBN) atau OPD KB masih berjalan sendiri keterlibatan dinas dan badan perlu ditingkatkan,”ungkapnya.

Ia menjelaskan,”Kampung KB menjadi milik bersama oleh karena itu dalam kesempatan ini saya memerintahkan untuk memperluas dan mengisi cakupan/ jangkauan kegiatan kampung KB dukungan mitra kerja stakeholders dan lintas sektor harus dapat di integrasikan dikampung KB kampung KB, bukan hanya milik BKKBN dan dinas pengendalian penduduk kabupaten, kota.

Tetapi miliki seluruh lintas sektor lintas sektor ikut bertangung jawah terhadap keberhasilan kampung keluarga berencana banyak kegiatan dari setiap OPD baik di tingkat provensi maupun kabupaten kota yang dapat diarahkan di kampung keluarga berencana program berbasis desa diberbagai dinas dan badan.

“Dalam pelaksanaan dan implementasi di lapangan masih terkendala seperti kurangnya partisipasinya dan koordinasi BKKBN atau OPD KB masih berjalan sendiri keterlibatan dinas dan perlu ditingkatkan karena kampung KB menjadi milik bersama dukungan mitra kerja stakeholders dan lintas sektor harus dapat integrasi dikampung KB kami siap mensupport,”papar Lukman Abunawas.

Tingginya angka kelahiran di Sultra tak ditampik kepala perwakilan BKKBN Sultra, Mustakim M. kata dia, pada 2017 (Sultra). berhasil, menurunkan TFR dari 3,0 menjadi 2,8 akan tetapi, angka tersebut masih di atas nasional yang hanya 2,0.

Sementara capaian, lanjut dia, “Sasaran peserta KB baru pada 2018 berdasarkan kontrak kinerja pemerintah (KKP),”ujar Mustamin.

“Secara umum capaian program kependudukan KB di tahun lalu sudah cukup baik dan berjalan lancar dengan dukungan pemerintah hal itu dibuktikan dengan penurunan TFR setiap tahunya ,”ujarnya. (Edison)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here