Home ARTIKEL Peran Pemuda di Tengah Patologi Sosial dan  Refleksi Hari Sumpah Pemuda Ke-91

Peran Pemuda di Tengah Patologi Sosial dan  Refleksi Hari Sumpah Pemuda Ke-91

58
0
SHARE

Oleh : Ongky Nyong,SS.,SH.,MM.

Pemuda dalam sejarah perjalanan bangsa adalah sebuah keistimewaan ukiran sejarah tersendiri,bahkan kita bisa tegas berkata bahwa tanpa pemuda maka bangsa ini tidak akan berdiri kokoh sebagai bangsa yang merdeka hingga saat ini.

Pemuda adalah garansi kemajuan bangsa dimasa yang akan datang serta cita-cita bangsa diletakkan diatas pundak pemuda dan ini bukan sebatas kata-kata mimpi, akan tetapi sebuah fakta sejarah tentang semangat perjuangan mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia seperti pergerakan Budi Utomo pada tahun 1908, peristiwa sumpah pemuda pada tahun 1928 yang kemudian melahirkan ikrar sumpah pemuda lalu menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda diseluruh pelosok Indonesia dalam semangat kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945 kita juga kenal didalamnya ada golongan muda, bahkan masih hangat dalam ingatan kita pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang berhasil meruntuhkan kekuasaan orde baru hingga mengantarkan bangsa indonesia pada era reformasi.

Pertanyaan penulis kemudian, dalam konteks Indonesia hari ini apakah pemuda yang menjadi harapan bangsa itu adalah pemuda yang aktif mengenang sejarah jasa para pemuda bangsa seperti terukir diatas ? tentunya tidak.

Namun pemuda yang diharapkan adalah pemuda yang melanjutkan menciptakan sejarah emas dalam mewujudkan cita-cita bangsa itu sendiri. Pemuda yang semangat juangnya lebih tinggi dari semangat pemuda masa lalu, pemuda yang jiwanya lebih besar dari jiwa pemuda masa lalu, dan pemuda yang memiliki kompetensi intelektualnya lebih tinggi dari pemuda masa lalu, karena yang menjadi tantangan pemuda hari ini adalah perang ideologi (Ghozul Fikri) bukan perang fisik.

Ditengah fenomena patologi sosial yang menjadi tontonan bagi kita setiap saat dibangsa ini seperti hancurnya nilai – nilai demokrasi dalam masyarakat, memudarnya nilai-nilai kekeluargaan dalam komunitas, kemerosotan nilai-nilai toleransi dalam masyarakat yang plural, dekadensi moral yang semakin meningkat, melemahnya nilai dalam keluarga, praktek kolusi korupsi dan nepotisme dalam penyelenggaraan pemerintahan, kerusakan system dalam kehidupan budaya perekonomian dan bahkan lebih parah lagi adalah pelanggaran terhadap nilai kebangsaan sebagai bangsa yang berhukum padahal semestinya hukum sebagai panglima untuk menata tata kehidupan sosial yang tertib sehingga tidak terjadi gesekan antara manusia Indonesia yang satu dengan lainnya.

Dari sinilah Pemuda hari ini dituntut untuk segera mengambil peran terdepan dalam mengobati patologi sosial,karena bahaya patologi sosial dapat meruntuhkan sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia.

Mungkin kita akan bertanya bahwa pemuda seperti apakah yang mampu mengobati patologi sosial di Negara berkembang seperti Indonesia saat ini ? maka menurut hemat penulis adalah Pertama, Pemuda yang memiliki kompetensi spiritualitas yang tinggi,yaitu pemuda yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.

Kompetensi pemuda seperti ini Allah menyebutkan di dalam kitab suci Al-Qur’an pada surah Al-Kahfi ayat 13 Allah Berfirman ”Mereka adalah pemuda –pemuda yang Beriman Kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula Petunjuk untuk mereka”.

Pemuda dengan keimanan dan ketaqwaan adalah pemuda harapan bagi bangsa yang beragama seperti Indonesia, yang senantiasa akan menentukan moralitas sosial di bangsa ini, dan obat yang paling ampuh untuk mengobati patologi sosial adalah dengan pengamalan agama yang baik dan benar.

Pemuda yang memiliki kompetensi keilmuan yang tinggi, kompetensi keilmuan adalah modal yang utama dalam membangun sebuah bangsa yang besar dan pemuda wajib untuk membekali dirinya dengan ilmu yang tinggi, dan hal ini sebagaimana dikemukakan oleh seorang ilmuan muslim yang masyhur yaitu Al-Imam Asy-Syafi’I beliau berkata : “ Barangsiapa yang tidak belajar diwaktu mudanya, maka Bertakbirlah 4 kali sebagai tanda kematiannya, Eksistensi seorang pemuda demi Allah adalah dengan Ilmu dan Ketaqwaan, jika keduanya tidak ada maka tidak ada jati diri bagi seorang pemuda”.

Tema nasional dalam memperingati hari sumpah pemuda ke-91 tahun 2019 kali ini yaitu Bersatu Kita Maju, maka penulis ingin mengajak kepada kita semua bahwa kita jangan hanya menjadi pemuda pengenang sejarah para pergerakan pemuda masa lalu, tapi ayolah kita tanamkan karakter moral sebagai modal untuk kita bersatu dan ayo kita bekali diri kita dengan ilmu yang tinggi sebagai modal kualitas karakter kinerja dalam upaya memajukan bangsa kita tercinta menjadi bangsa yang besar dan hebat dimata dunia. Selamat Hari Sumpah Pemuda, Bersatu Kita Maju.

Penulis : Ketua YBH Justice Indonesia Hal-Sel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here