Beranda KESEHATAN Pemkab Rembang Akan Terbitkan Perda Larangan Merokok

Pemkab Rembang Akan Terbitkan Perda Larangan Merokok

955
0
BERBAGI
dr. Ali Syafii. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang

Rembang, (FHI) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tengah menyusun Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur soal larangan merokok. Isinya, mengatur sejumlah tempat sebagai kawasan larangan merokok di wilayah Kabupaten Rembang. Setelah Jadi Perbub, rencana dilanjutkan menjadi Perda oleh Pemkab Rembang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, dr Ali Syafii, Selasa (21/11/2017) menyebutkan, Pemkab akan membatasi tempat-tempat yang diperbolehkan untuk merokok. Beberapa tempat yang dilarang untuk merokok, seperti sekolahan, tempat ibadah, dan sejumlah tempat umum lainnya.

“Saat ini kami sedang menyusun untuk Perbup untuk di sekolahan, tempat umum termasuk tempat ibadah agar bebas asap rokok,” jelasnya kepada wartawan dalam kegiatan deklarasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) tahun 2017 di alun-alun Rembang.

Ali menambahkan, Pemkab telah mencanangkan Germas, sehingga perlu diiringi pula dengan upaya Pemkab mendukung pola hidup sehat dengan membatasi area yang diperbolehkan merokok. Harapannya, Perbup soal larangan merokok bisa didorong menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Hidup sehat ini bisa meliputi menggerakan badan atau olahraga minimal 30 menit setiap hari, makan makanan bergizi, dan cek kesehatan secara rutin. Selain itu enyahkan asap rokok, tidak buang air besar sembarangan dan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz berharap seluruh peserta deklarasi Germas bisa menjadi pelopor gerakan hidup sehat baik di keluarganya maupun di masyarakat. Harapannya, terbangun masyarakat yang sadar kesehatan dan tercipta Kabupaten Rembang yang sehat, bersih dan kuat.

“Data dari BPJS kesehatan membuktikan bahwa 5 penyakit seperti penyakit jantung, hipertensi, gagal ginjal, kanker dan kencing manis, menyerap anggaran hampir 40 persen dari BPJS kesehatan,” ungkapnya. (handoko)