Beranda RAGAM DAERAH Pembangunan Bendungan Telan Dana 23 Miliar, AM-Gam Angkat Bicara

Pembangunan Bendungan Telan Dana 23 Miliar, AM-Gam Angkat Bicara

450
0
BERBAGI

Gayo Lues-Aceh,(fakta hukum.co.id) – Aktivis yang tergabung dalam Aliansi Mantan Gerakan Aceh Merdeka (AM-GAM) Kabupaten Gayo Lues, Jack Gayo, kritisi wacana pembangunan bendungan intake tungel Kecamatan Rikit Gaib.

Jeck menilai wacana pembangunan yang digarap oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah tersebut perlu dikaji ulang secara menyeluruh serta mensosialisasikan dampaknya kepada masyarakat.

Mengingat pembangunan bendungan itu akan berdampak langsung terhadap lingkungan karena akan terjadi perubahan keseimbangan angkutan sedimen.

Jeck juga menganggap pembangunan bendungan intake tungel dan salurannya akan mengancam daerah aliran sungai, sepanjang kawasan sungai tripe dan dikhawatirkan akan menyebabkan bencana ekologi seperti banjir, sedimentasi serta abrasi pada sungai-sungai kecil sepanjang aliran tersebut.

Bahkan tidak tertutup kemungkinan areal areal persawahan warga yang ada di hulu akan ikut terdampak karena terjadi pendangkalan.

“Menurut saya lebih besar mudharatnya daripada manfaatnya, karena yang diairi hanya sekitar belasan Ha lahan persawahan di tiga desa di kecamatan tersebut, belum lagi disekitar lokasi juga baru dibangun irigasi yang menelan dana milyaran rupiah, irigasi Penomon” sebut ketua AM-GAM Jack Gayo, Jumat (7/5/2021), melalui siaran persnya pada media ini.

Dimatanya, kegiatan yang bernilai Rp 23 milyar lebih bersumber dari dana rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, dan ditambah Rp 2.6 milyar untuk saluran intake terlalu besar dengan manfaat yang diterima.

Dan hasilnya sangat berbanding terbalik jika dana sebesar itu dimanfaatkan dalam pengelolaan sumber daya air di sepanjang daerah aliran sungai yang meliputi Waih Tripe atau sepanjang Aih Badak atau Aih Kutelintang yang terletak di Kecamatan Blangkejeren dan Dabun Gelang.

“Selain bentangan luasan lahan sawah di areal tersebut mencapai ratusan hektar, setiap tahun areal yang disebut sebut sebagai lumbung padi Gayo Lues itu kerap menjadi langganan banjir tahunan,” ujar Jeck.

Untuk diketahui, bendungan intake Tungel dan salurannya termasuk proyek prioritas TA 2021 yang bersumber dari dana hibah rehabilitasi dan rekontruksi BNPB.

Nilai pembangunan bendungan intake Tungel dalam Syrup Rp 23.157.982.164. Dan pembangunan saluran intake Rp 2.6 milyar lebih dengan luas bentangan mencapai lebih kurang 75 meter, dan ketinggian satu meter dari titik nol.

Pekerjaan diperkirakan akan mulai dilaksanakan pada awal Juni 2021 mendatang dengan pihak pelaksana sebagai pemenang tender oleh PT AKT, Pengawas CV LC, dan perencana adalah CV PGD.

Hingga berita ini terbit, wartawan belum berhasil meminta tanggapan dari Kepala BPBD Kabupaten Gayo Lues, Suhadi SE MSI.

Penulis: Rauf Ariga.   Editor: M. J.