Home BISNIS PD BPR Bahteramas Konsel Gelar RUPS IX

PD BPR Bahteramas Konsel Gelar RUPS IX

248
0
SHARE

Konsel, (faktahukum.co.id)-Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bahteramas Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ke IX Tahun Buku 2018, di Hotel Wonua Monapa Resort – Ranomeeto, Rabu (6/2/19).

RUPS di buka oleh Asisten II Bidang Administrasi, Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov Sultra, Dr. Hj. Nur Endang Abbas, di dampingi Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Konsel, Dr. Sahlul, yang di hadiri Direktur Utama (Dirut) PD Bahteramas, Ahmat, Dewan Pengawas, Yusuf Matundu, Kepala OJK Prov Sultra, Muh Fredly Nasution, para Camat, Kabag, dan Kades se-Konsel.

Rapat di dahului laporan kinerja Dewan Direksi BPR Bahteramas yang di sampaikan oleh Dirutnya, Ahmat. Ia menyampaikan bahwa BPR telah menjalankan perannya sebagai fungsi intermediasi selama 8 tahun di Konsel, dengan memberikan layanan perbankan pada 24 Kecamatan, minus Kec Laonti karena keterbatasan akses, tetapi tahun ini akan ekspansi ke wilayah tersebut. Selain itu Bahteramas juga sudah menyasar daerah tetangga dekat Konsel yakni Kabupaten Bombana.

Ahmat juga menjelaskan bahwa di Tahun 2018 total aset BPR Bahteramas kurang lebih 23 M atau tumbuh 23 % dari tahun 2017, dengan melayani 6.148 rekening. Yang mana Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan bersumber dari dana tabungan dan deposito sebesar 7,4 Milyar.

Bahteramas Konsel juga telah menyalurkan kredit pada tahun 2018 sebesar 20,40 Milyar, tambahnya, dengan penyumbang utama portofolio kredit lancar BPR pada jenis kredit UMKM, Sertifikasi Guru, dan Kredit Desa. Dengan membukukan pendapatan sebesar 4,7 M, dan keuntungan laba berjalan setelah di kurangi biaya operasional senilai 1M, dengan kata lain BPR lebih efisien dalam melakukan kegiatan bisnisnya.

Lebih lanjut Ahmat mengatakan bahwa untuk menjaga daya saing di era digital, BPR melakukan terobosan, yakni BPR E-Cash (transfer via aplikasi Ponsel), Teknologi informasi, Akses data Dukcapil, dan Skim kredit baru dengan sasaran pensiunan, kredit desa dan sertifikasi guru.

Tetapi, di tengah kompetisi ketat dalam meningkatkan pelayanan,”Kami menyadari masih memiliki keterbatasan, baik dari struktur modal, penghimpunan DPK, SDM yang terbatas, sehingga kami minta kepada Pemda Konsel adanya intervensi positif untuk bersama-sama memback up operasional BPR melalui penitipan dana Idle Pemda untuk tabungan dan deposito berjangka,”ujarnya.

Ia melanjutkan,”Begitupun juga kepada Pemprov, selain penyertaan Dana kami berharap pembayaran TPP pegawai Pemprov yang ada di Konsel melalui Bahteramas,”tambahnya.

Sementara itu Kepala OJK, Fredly, mengapresiasi atas kinerja para Direksi dan jajaran serta para pemegang saham, yang telah memberikan mamfaat yang baik bagi masyarakat, pengurus, para pemegang saham dan pegawai itu sendiri, tetapi masih perlu ada inovasi dari pengurus untuk mengupayakan penghimpunan dana yang sedang sulit saat ini.

“Termasuk prestasinya yang mampu meningkatkan predikat Bahteramas dari status pengawasan intensif menjadi pengawasan normal, karena angka NPL/kredit macet yang mengalami penurunan, yang masih perlu di tingkatkan kinerjanya sehingga menjadi BPR Sehat,” puji Fredly.

“Dan dari hasil penilaian di bandingkan dengan 16 BPR, 12 Perusahaan Daerah (PD) dan 4 Perseroan Terbatas (PT) se- Sultra, OJK memberikan nilai Raport BPR Bahtermas yakni urutan ke 4 dari penyaluran kredit, ke 6 untuk Asset, serta penyertaan kredit DPK urutan ke 10 dengan hasil kategori cukup sehat,” tandas Fredly.

Sedangkan, mewakil Bupati Konsel, Surunuddin, Kadis PKAD Konsel, Dr. Sahlul menyampaikan bahwa keberadaan lembaga keuangan memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan kawasan, ekonomi dan infrastruktur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah, yang sejalan dengan visi misi Bupati dalam mewujudkan Desa Maju Konsel Hebat.

Ini dibuktikan dengan adanya dukungan penuh Pemerintah, masyarakat dan eksistensi lembaga keuangan, sehingga Konsel memiliki 23 Desa Maju saat ini yang sebelumnya tidak ada, 281 Desa berkembang, dan 21 Tertinggal yang dikarenakan akses yang blum memadai yakni daerah Kec Laonti.

Tetapi di masa jabatan Surunuddin akan menuntaskan seluruhnya dengan menghilangkan status Desa Tertinggal. Sehingga slogan Desa Maju bukan hanya sebatas tagline biasa.

Tentunya, tutup Sahlul, dengan adanya lembaga keuangan dalam hal ini BPR Bahteramas yang menyebabkan siklus ekonomi terjadi dengan baik. Dan sesuai laporan dan plan kerja Dewan Direksi, maka ini akan menjadi bahan laporan saya untuk di ajukan ke Bupati selaku pemegang saham agar penyertaan modal di tambah pada Tahun ini melalui mekanisme persetujuan Legislatif.

Sementara itu, sebagai pemegang mandat dan pemilik saham mayoritas BPR Bahteramas, mewakili Gubernur Sultra, Ali Mazi, Asisten Bid APP Setda Prov Sultra, Dr. Hj. Nur Endang Abbas menyampaikan bahwa dengan momentum RUPS ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menyumbangkan kinerja keuangan yang baik.

Dimana, dari Hasil RUPS IX yang di tuangkan dalam berita acara, ungkapnya, yang berdasarkan laporan hasil evaluasi kinerja BPR Bahteramas Konsel Tahun Buku 2018 dan pemaparan Rencana Bisnis Bank (RBB) oleh Dewan Pengawas dan Direksi serta memperhatikan tanggapan, saran dan masukan peserta rapat, maka dengan ini menerima dan mengesahkan laporan tahunan Tahun Buku 2018 dan RBB Tahun 2019.

Mengangkat kembali Ahmat, Dirut dan La Ode Muh Saleh Akbar jadi Dir Operasional masa jabatan 2019 – 2024, tambahnya, dan mengusulkan Dr. Sahlul sebagai anggota Dewan Pengawas periode 2019 – 2023 serta mengusulkan penyertaan modal Pemda Konsel sebesar 5 Milyar dan pengelolaan ADD dan DD melalui Bahteramas.

“Menyetujui pembagian dividen Tahun Buku 2018 kepada pemegang saham, menyetujui pembagian jasa produksi dan dana kesejahteraan kepada pengurus dan pegawai, menyetujui pendelegasian penunjukan kantor akuntan publik, dan persetujuan kerjasama linkage dan penambahan fasilitas pinjaman dari lembaga lain dengan pertimbangan asfek kebutuhan dan profitabilitasnya,”tandasnya. (Edison)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here