Home KESEHATAN Pasien Gizi Buruk Terlantar, Kepala Dinas Kesehatan OKUS Diduga Tutup Mata

Pasien Gizi Buruk Terlantar, Kepala Dinas Kesehatan OKUS Diduga Tutup Mata

184
0
SHARE

Muara Dua, Sumsel, (faktahukum.co.id) –
Pasien penderita gizi buruk, Repan Julianto (11 bulan) anak ketiga dari Lisdy Juliansyah (30) dan Siska (19) warga Desa Balayan Dusun 2 Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKU Selatan butuh perhatian serius, Kepala Dinas Kesehatan diduga tutup mata.

Sebelumnya Repan sempat di rawat di RSUD Muara Dua, karena keterbatasan biaya akhirnya pulang, Kamis (11/7/19) lalu, dan dirujuk kembali untuk kedua kalinya, didampingi kepala UPTD Puskesmas Desa, Bidan Yesi dan Bidan Desa, Bidan Henny,  tanpa adanya kepala desa mendampingi, Kamis, (18/7/19) kemarin.

Kepala Puskesmas Kisam Tinggi, Yessi Apriani menyampaikan,”Kami sudah melaporkan ke Dinas Kesehatan OKUS tentang bayi Repan yang mengalami gizi buruk dan juga sakit penunjang berupa Pneumonia,” terang Yessi.

Tempat tinggal Repan, bocah penderita gizi di buruk di OKUS.

Awak media FHI konfirmasi klarifikasi pada Dinas Sosial, Endar Suhairi selaku Kepala Dinas, dia mengatakan,”Dari Dinas Sosial hanya bisa membantu biaya penunjang perawatan yang juga harus memenuhi syarat syarat untuk pengajuan ke BPKAD, dan itu pun perlu waktu pemerosesan,” kata Endar.

Selanjutnya tim awak media FHI mencoba menghubungi Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Kesehatan via selular untuk minta klarifikasi pada Kepala Dinas terkait adanya kasus gizi buruk di wilayahnya, namun tidak mendapatkan respon, Selasa (16/7/19).

Lebih lanjut awak media FHI mendatangi kantor Dinas Kesehatan untuk konfirmasi klarifikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, lagi-lagi tak bisa ditemui menurut salah satu pegawainya sedang rapat.

Akhirnya klarifikasi Kepala Dinas Kesehatan OKUS melalui Kabag Humas, Armen membenarkan bahwa peristiwa gizi buruk yang menimpa bayi tersebut tidak terpantau oleh Dinas Kesehatan OKUS dan tidak mendapat bantuan.

“Kalau kejadian yang dialami oleh Repan adalah kejadian yang tidak terdeteksi oleh kami dan juga kami hanya sebagai fasilitator saja dan tidak ada bantuan dana dari Dinas Kesehatan untuk Repan,” terang Armen.

Sementara orang tua Repan sangat berharap pada kesembuhan anaknya, terutama adanya perhatian serius dari pemerintah Kabupaten OKU Selatan.

“Kami berharap uluran tangan pemerintah OKU Selatan untuk kesembuhan anak kami Repan, kami tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa, kami ini orang desa,”harap Lisdy dengan nada sedih.

Sampai berita ini di turunkan Kepala Dinas Kesehatan OKUS sulit ditemui untuk di minta konfirmasi klarifikasi terkait hal tersebut. (Marti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here