Beranda BERITA UTAMA Pabrik Sawit PT. BMS Angkona Disinyalir Langgar Sejumlah Aturan

Pabrik Sawit PT. BMS Angkona Disinyalir Langgar Sejumlah Aturan

2592
0
BERBAGI

Sulsel (faktahukum.co.id) – PT. Bumi Maju Sawit (BMS) adalah merupakan badan usaha yang bergerak di bidang usaha Perdagangan, Industri, Pertanian, Jasa dan Angkutan. Dengan kapasitas 30 ton TBS/jam yang berlokasi di desa Mantadulu, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan. Pembangunan dan pengoperasian pabrik ini bekerjasama dengan PTPN XIV beroperasi sejak 10 Januari 2008.

Saat dilokasi, wartawan FHI konfirmasi, warga mengemukakan kekecewaannya terkait penerimaan hasil kebun kelapa sawit. Menurut warga setempat, pemotongan yang terkesan tertutup malah membuat kerugian di pihak petani.

“Pengaduan warga yang disampaikan dan hasil investigasi saya disini kalau pemotongan buah kelapa sawit tidak jelas, sekitar 5 sampai 10 persen. Bahkan pada saat musim buah pemotongan mencapai 40 persen. Ironisnya, sudah ada beberapa buah yang diangkut pakai mobil di tolak dan dibeli kembali oleh oknum dengan harga murah yang di duga dimasukkan kembali ke pabrik,”ungkap Febriadi yang dikenal sebagai aktivis oleh warga sekitar.

Menurutnya, pemotongan buah kelapa sawit tanpa kejelasan sudah sangat merugikan petani. Petani sama sekali tidak mengetahui pemotongan itu apa saja. “Petani justru bingung, apa sebenarnya yang dipotong,”tambah sapaan akrab Adi.

Sementara itu pantauan FHI, saat dilokasi air yang di duga mengalir dari saluran pabrik berwarna kehitaman, dan menurut warga sekitar adalah air cucian kelapa sawit.

“Saya tidak tau persis apa nama bahan kimia yang dipakai mencuci buah sawit. Setahu saya itu air dicampur garam, kapur dan racun untuk buah. Air itu mengalir ke sungai Mantadulu yang digunakan warga,”ungkap Udding, warga sekitar.

Selain itu, asap yang keluar dari gerbong pengolahan buah sawit yang mengeluarkan asap hitam diyakini warga sekitar adalah belerang. “Kalau mobil disimpan disekitar pabrik (pemukiman) akan banyak bercak-bercak hitam diatas mobil,‚ÄĚsambung Adi.

Manager PT. Bumi Maju Sawit di Angkona, Akmal saat dikonfirmasi dan minta klarifikasi via selular tidak memberikan jawaban terkait adanya pengaduan, keluhan warga dan dampak lingkungan mengenai limbah pabrik kelapa sawit, hingga berita ini diturunkan pihak PT BMS tidak memberikan klarifikasi. (Albar)