Beranda HUKRIM Orangtua Korban: Kami mohon hukuman mati untuk pelaku pembunuhan anak kami

Orangtua Korban: Kami mohon hukuman mati untuk pelaku pembunuhan anak kami

250
0
BERBAGI

Siak_Riau (faktahukum.co.id) – Orang tua korban, bocah yang di bunuh secara biadab memohon kepada hakim untuk dapat menghukum pelaku dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, hukuman mati.

Hal itu disampaikan orangtua korban saat menyaksikan sidang pelaku pembunuhan anaknya di Pengadilan Negeri (PN) Siak Sri Indrapura Riau yang masih dalam tahap pemeriksaan saksi, pada Selasa, (24/11/20).

PN Siak memeriksa orangtua almarhum bocah berusia tujuh tahun inisial AG bahwa pada Juli 2020 lalu di temukan sosok mayat bocah laki-laki di tebing perkebunan kelapa sawit milik masyarakat di Desa Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Riau.

“Pada saat itu berkat gerak cepat pihak kepolisian Polsek Tualang bersama Tim Polres Siak menangkap pelaku yang sempat melarikan diri di Sumatra Utara tempatnya di Pulau Nias,” ucap Orangtua korban.

Pelaku tidak lain adalah semarga Ibu korban, Martinus Halawa atau disebut sebagai paman korban. Menurut keterangan pelaku dia dendam sama orang tua korban.

Berdasarkan informasi yang di himpun pada Selasa (24/11/20) awak media faktahukum melakukan konfirmasi ke PN Siak melalui Humas, Bangun Sagita Rambay. S. H. M. H di ruang kerjanya.

Bangun Sagita menjelaskan bahwa sidang masih tahap pemeriksaan saksi korban, pelaku melakukan pembunuhan secara berencana merampas atau menghilangkan nyawa seseorang dan dapat di kenakan Pasal 340 KUHAP.

Selain itu, kata Bangun dapat di kenakan Pasal 82 ayat (1) Undang-undang RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pergantian Undang-undang RI No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang Jo Pasal 76 E undang-undang RI No. 35 Tahun 2014 perubahan atas undang-undang RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Selanjutnya orangtua korban A. Fatih Giawa meminta pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Siak untuk menghukum pelaku sesuai undang-undang yang berlaku di NKRI.

“Intinya kami minta pelaku di hukum mati, setimpal dengan perbuatananya, karena perbuatan pelaku terhadap anak kami, sebelum di bunuh, pelaku melakukan tindakan biadab asusila dan menggorok leher korban,” pungkas orangtua korban sambil menangis.

Penulis: Alwi Editor: Ade’M