Beranda PENDIDIKAN Miliaran BOS Afirmasi dan Kinerja di Rembang Terealisasi Sesuai Juknis

Miliaran BOS Afirmasi dan Kinerja di Rembang Terealisasi Sesuai Juknis

1019
0
BERBAGI

REMBANG, (faktahukum.co.id) – Miliaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah tersalurkan sesuai regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah.

Hal ini disampaikan oleh Mardi, S.Pd., M.T selaku Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DISDIKPORA) Kabupaten Rembang bahwa penyelenggaraan dana bantuan Afirmasi dan Kinerja sejak 2019-2020 dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (Juknis).

“Ada Sembilan Milyar lebih dana BOS sudah terealisasi dengan baik sejak 2019-2020, sesuai regulasi atau juklak juknis yang sudah di terbitkan oleh pemerintah terkait,” kata Mardi.

Peningkatan pengelolaan mutu penyelenggaraan pendidikan, selain dana BOS Reguler, sejak 2019 lalu Pemerintah melalui Kepmendikbud No.364 /P/2019 dan Kepmendikbud 582 /P/2020 tentang Sekolah Penerima Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja, kepada satuan pendidikan, satuan pendidikan juga menerima bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah.

Sesuai dengan Kepmendikbud No.364/P/2019, dan 582 /P/2020 sebanyak 143 sekolah di Kabupaten Rembang yang mendapatkan bantuan BOS sebesar Rp. Rp.9.186.000.000., terperinci sebesar Rp 38 Juta kepada SDN Bajingjowo, dan sampai dengan Rp.444 juta diterima oleh SMKN 1 Sumber.

Dalam Kepmendikbud No.364/P/2019 Perubahan Atas Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No.320 / P/219 diatur dengan Petunjuk Teknis yang diatur penggunaanya pada Permendikbud RI No.31 Tahun 2019, bahwa BOS bisa digunakan sekolah untuk pembayaran penyediaan Fasilitas Akses Rumah Belajar, seperti Pembelian Alat Pembelajaran Multi Media dan untuk Pembiayaan Komponen Langganan Daya dan Jasa.

Berbeda dengan Kepmendikbud 582 /P/2020 dimana BOS sebesar Rp. 60.000.0000 (enam puluh juta rupiah), setiap sekolah penerima dengan Petunjuk Teknis penggunaanya diatur dengan Permendikbud 24 Tahun 2020, bisa digunakan oleh sekolah  untuk membeli alat multimedia pendidikan seperti Anderoid Tablet atau piranti lunak  mendukung pembelajaran sistem daring online, serta pengadaan fasilitas penanganan COVID-19. Seperti, memperbaiki saluran air, tempat cuci tangan yang permanen,termasuk pengadaan masker, hand sanitizer, Thermo Gun dan cairan desinfektan.

“Sekolah tetap memperhatikan pelaksanaan kegiatanya sesuai dengan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa, serta tetap mentaati SE. Mendikbud Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Satuan Pendidikan Melalui Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah),” papar Mardi.

Ia pun menyampaikan bahwa berdasarkan petunjuk teknis yang ada menjadi pedoman dalam pelaksanaanya.

“Hal itu merupakan pedoman satuan pendidikan untuk melaksanakan PBJ Satuan Pendidikan secara efektif, efisien, transparan, akuntabel dan memperoleh barang/jasa yang tepat, sesuai aspek kualitas, kuantitas, waktu, dan lokasi,“ ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya bantuan BOS sekolah, pihak sekolah mampu semaksimal mungkin memanfaatkan keuntungan yang bisa diterima demi meningkatkan sistem pembelajaran pendidikan dasar dan menengah yang berkualitas terwujud nyata seperti yang di harapkan.

Penulis: Sugito
Editor : H. Bonding Cs.