Beranda KRIMINAL Merasa Tak Senang, Marbot Masjid Aniaya Ketua Pengurus Hingga Meninggal Dunia

Merasa Tak Senang, Marbot Masjid Aniaya Ketua Pengurus Hingga Meninggal Dunia

119
0
BERBAGI

Ogan Komering Ilir, (faktahukum.co.id) – Telah terjadi tindak pidana penganiayaan pada Jum’at 11 September 2020, yang di lakukan oleh Mahyudin (49) selaku marbot Masjid Nurul Iman, kepada korban M. Arif, S. Pd, MM (61) ketua pengurus Mesjid Nurul Iman hingga meninggal dunia.

Korban M. Arif yang tinggal di Kelurahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten OKI, adalah merupakan Ketua Pengurus Masjid Nurul Iman yang ada di Tanjung Rancing.

Sedangkan pelaku sendiri yaitu, Meyudin, beralamat di LK.III, Rt 06, Kelurahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kayu Agung Kabupaten OKI adalah selaku marbot Masjid Nurul Iman LK.III, Rt 07, Kelurahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (Oki), Sumatra Selatan.

Kejadian bermula ketika Pelaku yang merupakan marbot dan Ketua Perlengkapan Masjid Nurul Iman, merasa tidak senang dan tersinggung karena kunci kotak amal di minta oleh Korban yang merupakan Ketua Masjid pada saat selesai Sholat Jum’at.

Lalu pelaku timbul niat untuk menganiaya korban dengan senjata tajam pada saat Sholat Mahgrib sekitar pukul 18.15 Wib.

Pelaku menganiaya Korban dengan cara membacok menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis Pedang Panjang bergagang plastik hingga korban tidak berdaya.

Atas kejadian tersebut Korban mengalami luka bacok dibagian leher atas kiri sebanyak tiga bacokan, kemudian korban dibawa ke RSUD Kayu Agung lalu di Rujuk ke RS Charitas Palembang.

Kemudian pelaku diamankan warga, kemudian diserahkan ke Polsek Kayu Agung untuk di mintai keterangan.

Kapolres OKI AKBP. Alamsyah mengatakan, dirinya telah mendatangi rumah korban, untuk meredam antara keluarga korban agar tidak melakukan serangan balasan terhadap pelaku, maupun keluarga pelaku,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes pol. Drs. Supriadi, MM, dirinya menghimbau kepada keluarga korban untuk tetap tenang jangan sampai terjadi main hakim sendiri.

“Saya menghimbau kepada keluarga korban untuk tetap tenang, serahkan kasus penganiayaan ini kepada penegak hukum atau Polisi khususnya Polres OKI dan tidak ada indikasi SARA atau Organisasi terlarang sebagaimana berita yang beredar di masyarakat saat ini, tetapi ini murni adalah rasa ketersingungan atau dendam pribadi,” pungkasnya saat diwawancarai diruang kerjanya, Selasa (15/09/20).

Penulis : BR
Editor : Bonding cs