Beranda RAGAM DAERAH Mendikbud Pantau Ujian Nasional Berbasis Komputer di Sul-Sel

Mendikbud Pantau Ujian Nasional Berbasis Komputer di Sul-Sel

291
0
BERBAGI

Makassar, (faktahukum.co.id) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Prof. DR. Muhadjir Effendi, M.A.P, bersama Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad dan di dampingi oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah mengapresiasi terlaksananya pelaksanaan Ujian Nasional di Makassar, dengan agenda berkunjung ke SMAN 1 Makassar, di Jalan Gunung Bawakaraeng Kota Makassar, (Selasa.02/04/19).

Kunjungan tersebut dalam rangka memantau proses Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).tercatat sebanyak 76.231 orang siswa dari 588 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri, dan Swasta di Provinsi Sulawesi Selatan mengikuti UNBK yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Muhadjir Effendi berharap agar pelaksanaan UNBK bisa lancar di seluruh Indonesia. Namun, masih ditemukan ada beberapa kendala yang di temui di sejumlah sekolah, yakni perihal pengadaan komputer.ini akan jadi catatan pekerjaan rumah dan di jadikan agenda kita untuk kebijakan di tahun mendatang,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Sulawesi Selatan Irman Yasin Limpo mengatakan, pelaksanaan UNBK tahun ini lebih baik ketimbang, jika dibandingkan dengan tahun lalu.sampai saat ini tidak ada laporan mengenai listrik padam ” ujarnya.

Dalam hal ini pihak Dinas Pendidikan sudah menyiapkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dengan mengirimkan generator genset, dan solar cell kepada sekolah-sekolah, khususnya di daerah terpencil seperti Limbung, Rampi, Seiko, Mangkutana, dan pulau terluar di Sulawesi Selatan.

“Tadi kita sudah Teleconference di daerah Rampi dan Seiko ada sekitar 300 siswa yang mengikuti ujian. Bahkan pada waktu gladi, nilai mereka bagus-bagus lho,” Ungkap Irman.

Ada temuan kendala tekhnis yang dihadapi meski tidak secara langsung berdampak pada saat pelaksanaan UNBK adalah ketersediaan stock kuota internet. Pihak sekolah harus belanja kuota ke Kota yang jaraknya teramat jauh dari sekolah.

“Realitanya ada di daerah Tana Toraja, kita harus melewati 17 gunung dulu untuk beli kuota dan kembali lagi. Jadi solusinya, kita membelikan stock kuota sebanyak- banyaknya, dan memberikan kuota sesuai dengan kapasitas keperluannya,” imbuh Irman.. (Tommy/Billy)