Home RAGAM DAERAH Melirik Pemberdayaan Petani di Taman Kehati AGM Babakan Pari Sukabumi

Melirik Pemberdayaan Petani di Taman Kehati AGM Babakan Pari Sukabumi

39
0
SHARE

Sukabumi, (faktahukum.co.id) – Sebagai salah satu upaya perlindungan sumberdaya air yang berkelanjutan, maka PT. AQUA GOLDEN MISSISSIPPI (AGM) Babakan Pari- Sukabumi secara rutin terus mengembangkan program konservasi.

Salah satunya diwilayah sekitar pabrik dan sumber air kubang dikembangkan program taman keanekaragaman hayati (Taman Kehati) yang dimulai sejak tahun 2015 yang lalu.

Dalam program ini dikembangkan beragam jenis tanaman dan di lindungi semua satwa dari berbagai species sehingga diharapkan ekosistem yang ada di area ini tetap terjaga dan terlindungi.

Perusahaan AGM Babakan Pari menyadari bahwa program ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

Untuk itu taman kehati AGM Babakan Pari dengan luas sekitar 5 Ha di wilayah Desa Caringin Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi ini mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan di antaranya masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani taman kehati dan pemerintah Desa Caringin.

Para petani taman kehati ini mendapatkan kesempatan menggarap lahan taman kehati AGM Babakan Pari dengan memelihara pohon yang ada dan mendapatkan manfaat dari hasil pertanian Teknik tumpang sari.

Dalam program ini para petani di dampingi untuk bercocok tanam system pertanian organic dan pengelolaan tanaman obat-obatan herbal.

Saat dijumpai faktahukum.co.id coordinator CSR PT.AGM Babakan Pari Dodi Rusdianyah menyampaikan bahwa program konservasi tanaman kehati ini diharapkan berdampak positif dalam membantu peningkatan ekonomi para petani.

Bersama mitra CSR yang terpilih, para petani diberikan bekal cara mengolah lahan, pembibitan, pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati, terhitung sejak tahun 2018 sampai sekarang tengah dikembangkan tanaman herbal untuk obat-obatan tradisional seperti jamu bersalin dan jamu sehat lainnya,ungkap Dodi. Selasa,(11/06/19).

Sementara Amat Adaw selaku anggota kelompok tani taman kehati saat memanen lahan mentimunnya, menuturkan bahwa program CSR ini sangat membantu para masyarakat yang ingin Bertani karena diberikan kesempatan untuk menggarap lahan dengan tidak ada pungutan biaya apapun.

“Malah kami diberikan bibit, pelatihan dan hasil panennya kami bisa nikmati untuk menambah pendapatan ekonomi kami,”tutur Amat.

Dia pun mengungkapkan,”Walau masih belum sempurna dan banyak sekali kendala-kendala dalam implementasi program ini, setidaknya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam upaya yang telah dilakukan perusahaan dalam menjaga alam dan lingkungan dengan melibatkan masyarakat setempat,”ungkapnya.( Ichsan )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here