Beranda RAGAM DAERAH LMND  Soroti Harga LPG 3 Kilogram di Pandeglang Melebihi HET

LMND  Soroti Harga LPG 3 Kilogram di Pandeglang Melebihi HET

92
0
BERBAGI

Pandeglang, Banten – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Eksekutif (LMND) Kota Pandeglang, menyoroti dan menyayangkan harga tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi ukuran 3 kilogram yang dijual di beberapa wilayah di Kab. Pandeglang melebihi Harga Eceran tertinggi (HET).

Hasil investigasi LMND terkait tingginya harga LPG ukuran 3 kilogram di beberapa wilayah Kabupaten Pandeglang membuat masyarakat keberatan, LPG yang bersubsidi dijual oleh warung kelontongan seharga 24 ribu sampai 28 ribu, padahal pemerintah Pandeglang sudah menetapkan HET untuk pangkalan di harga 16.400 hal itupun menjadi sorotan mahasiswa.

Menurut Ketua LMND Pandeglang Muhammad Abdullah menyayangkan tindakan pangkalan yang menjual  LPG ukuran 3  kilogram jauh di atas HET.

Ia mengatakan, harga gas LPG 3 kilogram  sudah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.
Sesuai investigasi kami di 8 kecamatan dan 14 desa di Pandeglang harga eceran gas LPG 3 kilogram yang dijual pangkalan terhadap warung eceran dengan harga 20 ribu sampai 25 ribu rupiah .

“Dampaknya warung eceran menjual di sekitaran harga 24 ribu sampai 29 ribu rupiah, harga tersebut bagi masyarakat miskin sangat jauh untuk bisa menikmati gas LPG yang bersubsidi, oleh karena itu tindakan pangkalan tersebut kami anggap sudah merugikan konsumen dan juga tidak taat terhadap program pemerintah terkait subsidi migas untuk masyarakat,” kata Muhamad Abdullah. Senin (8/8/2022).

Hasil penelusuran kami di lapangan, hal itu terjadi akibat lemahnya pengawasan dan pembinaan terhadap para agen dan pangkalan dari pihak terkait.

“Kita ketahui bersama bahwa harga LPG bersubsidi sudah diatur oleh pemerintah dan menjadi kebutuhan hajat hidup orang banyak,” pungkasnya. (Putra).