Beranda RAGAM DAERAH KSK Serahkan Sertifikat KKPA Petani Sawit

KSK Serahkan Sertifikat KKPA Petani Sawit

852
0
BERBAGI

Sukamara, (faktahukum.co.id) – PT. KSK serahkan sertifikat KKPA kepada petani sawit melalui tangan TPK (Tempat Pelayanan Koperasi) Desa Petarikan di kantor kemitraan PT. KSK, Senin, (28/01/19)

Budi Hartono, Selaku ketua Tempat Pelayanan Koperasi (TPK), menerima sertifikat yang dijanjikan oleh pihak PT. KSK yang akan diserahkan diawal Februari 2019,”Kami berterima kasih banyak kepada pihak perusahan PT. KSK yang di wakili oleh Wira Adikusuma Kabag Kemitraan PT. KSK sudah menepati janjinya kepada petani,”tutur Budi.

Dia menambahkan,”Kami berharap dengan adanya kerjasama yang baik, maka terciptalah kedamaian, dan kamipun berjanji tetap konsisten akan menjual TBS dari hasil kebun sawit KKPA kami kepada perusahaan PT. KSK sesuai dengan perjanjian akad kredit tahun 2005,”tambahnya.

Sementara Wira Adikusuma selaku perwakilam PT. KSK mengungkapkan,”Kami juga meminta maaf, bilamana selama ini petani sudah menunggu, dan baru hari ini sertifikat itu di serahkan, dan kami berharap petani tidak menjual TBS (Tandan Buah Segar) kepada pihak lain, dan kita tetap sepakat pada perjanjian tahun 2005, bahwa TBS akan di jual kepada pihak PT. KSK, selama 25 tahun, dan kita juga sepakat bahwa bilamana replateng/peremajaan kembali kebun tersebut tetap PT. KSK yang mengambil alihnya,”ucap Wira.

Selanjutkan pihak kami meminta kepada ketua TPK KKPA Petarikan, agar secepatnya sertifikat ini di serahkan kepada petani pesan Wira.

Perwakilan petani sawit KKPA petarikan, Kasturi menyampaikan,”Kami sebagai petani sangat berterima kasih kepada perusahaan PT. KSK karena sudah memberikan sertifikat melalui TPK dan kami sebagai petani akan tetap konsisten menjual TBS dari hasil kebuya kami kepada PT. KSK mklalui TPK,”ujar Kasturi.

“Meskipun kami bayar kredit terhadap utang atas pembangunan kebun, kami kepada perusahaan PT. KSK, tetapi tanpa PT. KSK yang bangun kami belum tentu punya kebun, contoh di PT lain, mareka hanya bangun kebun inti buat perusahaan tanpa memikirkan masyarakat yang di sekitarnya,”pungkas Kasturi. (Alkadi )