Beranda RAGAM DAERAH Konjen RRT Di Denpasar Adakan Pentas Seni di Kupang Hari Minggu Ini

Konjen RRT Di Denpasar Adakan Pentas Seni di Kupang Hari Minggu Ini

435
0
BERBAGI

Kota Kupang, (faktahukum.co.id) Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Bali akan mengadakan pentas kesenian yang ke Empat kalinya di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Minggu (25/2/2018) mendatang.

Kegiatan kesenian yang melibatkan 30 orang penari itu dalam rangka memperingati Tahun baru Imlek 2018, dan seluruh kegiatan difasilitasi oleh Paguyuban Sosial Masyarakat Tiongkok Indonesia (PSMTI) NTT bersama pemerintah Provinsi NTT.

Pentas kesenian yang akan di gelar di Aula El Tari kantor Gubernur NTT ini terbuka untuk umum dan digunakan oleh pemerintah sebagai ajang memperkenalkan dan mempromosikan pariwisata NTT.

Hal ini seperti diutarakan Kepala Biro Kesra Setda NTT, Bartholomeus Badar, didampingi Kepala Biro Humas Setda NTT, Samuel D. Pakereng pada acara jumpa pers di Ruangan Biro Humas, Selasa (20/2/2018). Dalam jumper pers, hadir juga Ketua PSTMI NTT, Hengky Lianto, Wakil Ketua PSMTI NTT, Don Putra Gotama, Sekretaris PSMTI NTT, Hengky Famdale, Wakil Ketua PSMTI Kota Kupang, Boby Lianto dan Ketua Panitia, Inyo Setiawan.

Bartho mengungkapkan, Pemerintah dan masyarakat NTT sangat menghormati niat baik dari PSTMI NTT untuk ke empat kalinya memfasilitasi kegiatan pentas kesenian warga Tiongkok di Kota Kupang. Atas nama pemerintah NTT tentu berharap kegiatan ini tetap menjadi agenda tahunan guna mempromosikan program pariwisata yang sekarang tengah digelorakan. Sebagai tuan rumah, tentu akan menerima dengan senang hati dan siap memfasilitasi seluruh kegiatan agar bisa berjalan tertib, aman, lancar dan sukses.

Menurutnya, dari informasi yang diperoleh menyebutkan, rombongan kesenian dari Tiongkok berjumlah 30 orang, sejak tanggal 25 Januari 2018 yang lalu telah tiba di tanah air, dan direncanakan pada tanggal 24 Februari 2018 dengan pesawat garuda ke Kupang dan disambut oleh Pemerintah NTT. Kegiatannya hari Minggu(25/2/2018) di Aula El Tari kupang. Sebagai tuan Rumah kita juga akan tampilkan tarian tradisional masyarakat Kabupaten Flores Timur, seperti tari perang (hedung) dan sejenisnya.

“Ini sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempererat interaksi antara budaya kita NTT dengan Tiongkok yang mana banyak keturunannya dari sana juga ada di daerah ini,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Daerah, lanjut Bartho, juga memanfaatkan kehadiran kontingen Tiongkok di ibu kota Provinsi ini selama sekitar tiga hari (24-26 Februari 2018) untuk mempromosikan potensi pariwisata di daerah NTT. “Mereka akan difasilitasi oleh Pemda bersama PSMTI NTT untuk berkunjung ke museum dan juga pusat penjualan kerajinan tangan atau souvenir di Kota Kupang,” ujarnya lebih lanjut.

Sementara itu, Ketua PSTMI NTT, Hengky Liyanto menyatakan, PSMTI merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang sosial, pendidikan dan budaya. Bukan politik.kegiatan ini semata-mata untuk memperkenalkan budaya Tiongkok kepada masyarakat di NTT sekaligus mendukung program pariwisata.

Menurutnya, arus wisatawan dari Tiongkok ke Indonesia memiliki jumlah yang cukup besar terutama ke Bali yang tercatat bisa mencapai dua juta Orang pertahun.

Jika 10 persen dari jumlah Turis berkunjung ke Bali bisa ditarik ke NTT, katanya, maka sedikitnya 200.000 wisatawan Tiongkok berkunjung ke Provinsi setempat setiap tahun. “Untuk itu, kegiatan seni budaya ini diperlukan agar wisatawan mancanegara bisa langsung datang ke daerah ini menikmati potensi pariwisata di NTT yang kaya,” pungkas Hengky. (Oscar)