Beranda NASIONAL Ketua Dewan Pers, M. Nuh: Jaga Marwah dan Martabat Pers Nasional

Ketua Dewan Pers, M. Nuh: Jaga Marwah dan Martabat Pers Nasional

153
0
BERBAGI

Banjarmasin, (faktahukum.co.id) – Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh berpesan agar menjaga marwah dan martabat pers nasional dengan meningkatkan kualitas dan profesionalisme jurnalistik.

Hal itu ditegaskan M. Nuh saat memberikan sambutan pada acara tasyakuran sebagai puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2020 yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (9/2/20).

Ketua Dewan Pers, M Nuh mengingatkan akan hasil Konfensi Nasional Media Massa di rangkaian kegiatan HPN 2020 yang dihadiri tokoh-tokoh pers dan juga dihadiri Menkominfo dan Menkumham RI, bahwa disepakati Pers adalah Pilar Demokrasi.

“Membangun dunia pers sama dengan membangun demokrasi dan juga miliki arti membangun negeri. Menjadi tanggungjawab seluruh pihak, memperjuangkan untuk membangun agar dunia pers berkembang juga merupakan tugas Negara,” kata M. Nuh.

Pers di Indonesia menurutnya memiliki ideologi good journalism sebagai pegangannya dalam menjalankan perannya membangun negara.

M Nuh mengungkapkan,”Jika tidak ada ekosistem yang baik bagi pers menjalankan tugas seperti masih adanya ancaman, intimidasi atau kurangnya kesejahteraan tentu akan sulit bagi pers mewujudkan ideologi good journalism dalam menjalankan tugasnya,” ungkapnya.

M Nuh juga berpesan bahwa dalam setiap tindakan jangan hanya mencari kebenaran namun dahulukan dulu etika.

“Saya kira etika itu menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk terus kita kembangkan tanpa harus mengorbankan kebenarannya,” jelas M Nuh.

Mantan Menteri Komunikasi era SBY itu berharap agar komponen bangsa mengerti dan paham pada dunia pers nasional.

“Kita tidak ingin meminta minta kebaikan dari siapapun karena makom derajat yang paling tinggi itu adalah memberi, lalu turun berikutnya lagi adalah menerima lalu yang paling bawah lagi adalah meminta apalagi meminta-minta,” paparnya..

Ketua Dewan Pers mengatakan dalam meningkatkan kemerdekaan pers salah satunya wartawan harus dibekali kompetensi yaitu dengan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Acara Tasyakuran HPN 2020 yang ditandai pemotongan tumpeng oleh Ketum PWI Atal S. Depari yang didampingi Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor serta didampingi sejumlah tokoh pers nasional.

Tasyakuran bertepatan dengan peringatan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tersebut dihadiri Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor selaku Tuan Rumah HPN 2020, Ketua Dewan Pers, M Nuh, Tokoh-tokoh Pers Nasional dan Daerah serta Forkopimda Kalsel ini, Ketua Umum PWI, Atal S Depari mengingatkan bahwa pers adalah pejuang bangsa.

Ketum PWI Pusat, Atal S Depari menyampaikan, dalam perjalanannya dahulu, tokoh-tokoh dan insan pers tak jarang menjadi sasaran intimidasi dan bahkan dibuang dan diasingkan karena menjalankan tugas dan perannya.

Hal ini pula membuat para tokoh pers bangsa saat itu meski memiliki pandangan berbeda-beda namun mempersatukan diri dengan melahirkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Pebruari 1946 dan terus melanjutkan perjuangannya hingga saat ini.

“Kita bangga dan saya lihat bagaimana pers berjuang hidupnya sejak dulu. Pers selalu berpikir untuk bangsanya. Sekarang pun pers tidak stop berjuang, tidak hanya untuk bangsa tapi juga berjuang untuk bertahan hidup,” tandas Atal.

Penulis: AD/LP Editor: Adunk