Beranda NASIONAL Ketua BEM Universitas Binawan Bantah Kritik Kebijakan Anies

Ketua BEM Universitas Binawan Bantah Kritik Kebijakan Anies

114
0
BERBAGI

Ketua BEM Universitas Binawan, Yazid Albustomi (dua, kanan)

Jakarta, (faktahukum.co.id)  – Kritik keras yang disampaikan oleh “Aliansi BEM Jakarta Bersuara” terhadap kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan terkait penanganan wabah virus corona di Ibu Kota berpolemik di masyarakat.

Terkait hal tersebut, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Binawan, Yazid Albustomi di Jakarta, Senin (6/4/20) menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak, khususnya kepada Gubertnur DKI dan civitas akademika Universitas Binawan.

Menurut Yazid, pernyataan yang bergulir di sejumlah media terkait kritik keras terhadap kebijakan Gubernur DKI dalam penanganan wabah virus corona bukan merupakan pernyataannya secara utuh.

Selain itu, pernyataannya dalam konferensi pers di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (4/4/20) itu bukan mewakili Universitas Binawan.

Kemudian, pandangannya soal rapid test menyeluruh yang harus dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap seluruh warga yang disampaikannya pada kesempatan itu merupakan pandangan dia pribadi sebagai seorang mahasiswa.

“Pernyataan yang tertera di beberapa media dengan mengatasnamakan saya, itu bukan merupakan pernyataan saya atau lembaga saya. Itu bukan kata-kata saya,” ungkap Yazid
Ia merasa diarahkan untuk menyampaikan narasi tertentu, namun dirinya mengaku lebih memilih menyampaikan isu tentang rapid test menyeluruh di wilayah DKI Jakarta.

Selain itu, kehadirannya dalam konferensi pers bertajuk ‘Lockdown Solusi atau Politisasi’ tersebut diungkapkan Yazid merupakan inisiasi pribadi, dan tidak mengatasnamakan Universitas Binawan, sebagaimana dibuktikan dengan tidak adanya undangan resmi kepada BEM Unversitas Binawan.

“Kehadiran saya dalam kegiatan tersebut merupakan inisiasi pribadi, dan tidak mengatasnamakan institusi manapun. Saya juga tidak berkoordinasi dengan internal BEM dan lembaga kemahasiswaan serta alumni almamater saya,” ungkap Yazid.

Atas polemik yang terjadi, Yazid mengaku meminta maaf kepada seluruh pihak, khususnya kepada tenaga medis di seluruh Indonesia, khusunya di DKI Jakarta.

Permintaan maaf juga disampaikannya kepada jajaran pimpinan Universitas Binawan, rektor, dosen, dan civitas akademika Universitas Binawan.

“Saya juga meminta maaf kepada Pengurus BEM Universitas Binawan, kakak-kakak senior saya alumni Universitas Binawan, serta rekan-rekan seperjuangan dan adik-adik di Universitas Binawan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Yazid juga menyampaikan permintaan maaf kepada “stake holder” (pemangku kepentingan) terkait, khususnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Selain bantahan dari Ketua BEM Universitas Binawan, belakangan juga beredar Surat BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang membantah organisasinya sebagai bagian dari aliansi BEM Jakarta yang mengkritik Anies.

Penulis: Adunk Editor: Ad’M