Beranda POLITIK Kesalahan Proses Editing Photo Paslon Idham-Jaya, Siapa pelakunya?

Kesalahan Proses Editing Photo Paslon Idham-Jaya, Siapa pelakunya?

424
0
BERBAGI

Pulang Pisau, (faktahukum.co.id)Kejanggalan demi kejanggalan yang ditemukan oleh wartawan faktahukum.co.id, terkait proses editing photo spesimen pasangan calon Bupati Pulang Pisau semakin muncul ke Permukaan.
Pasalnya berdasarkan hasil kesepakatan yang tertuang dalam berita acara pada tanggal 27 April 2018 lalu telah menyimpulkan kesepakatan bersama tentang pemasangan photo masing-masing pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pulang Pisau, yang mana dalam kesempatan itu Photo Masing-masing  paslon tersebut akan digunakan dalam spesimen surat suara nantinya.

Namun ironis, kesepakatan bersama yang dihasilkan oleh KPU, PANWASLU dan masing-masing paslon pada saat itu dicederai oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, siapakah dalang dibalik oknum tersebut? tentunya pertanyaan tersebut pihak KPU sendiri yang bisa menjawabnya.

Pasalnya pada saat proses validasi, hasil photo Paslon Nomor urut satu (1) H.Idham Amur- H.Ahmad Jayadikarta tidak sesuai dengan kondisi awalnya, yang mana pada saat proses validasi yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Pulang Pisau senin tanggal 9 Mei 2018,  Pihak KPU memperlihatkan hasil spesimen photo yang sudah di cetak oleh salah satu percetakan yang berdomisili di Kudus.
Calon Bupati Nomor urut satu ( 1) H.Idham Amur keapada wartawan faktahukum.co.id menuturkan bahwa pihaknya sangat keberatan dengan kejadian tersebut.

“Padahal kami sudah menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada KPU, photo saya dan H.Ahmad Jayadikarta, sudah tersimpan dalam perangkat flashdisc, tinggal dicetak saja, tapi hasil cetakannya ko bisa berubah,” ungkap H.Idham.

Selanjutnya kata H.Idham, perubahan yang signifikan dilihat dari kondisi karakteristik wajah, kondisi badan, dan warna dasi yang digunakan.
“Photo yang kami minta itu harusnya sesuai dengan yang sudah ada di spanduk/Baliho, Namun kenyataannya setelah dicetak hasilnya jauh berbeda,” papar Idham Amur.

H. Idham juga menambahkan bahwa dirinya meyakini ada salah satu oknum yang diduga dengan sengaja merubah karakter wajahnya, sehingga dengan demikian pihaknya merasa sangat dirugikan dengan kejadian tersebut.

“Photo itu kan dimaksudkan untuk spesimen surat suara, ini masalah yang sangat vital, dalam photo itu wajah saya dibuat membengkak dari aslinya,” imbuhnya.

Lebih jauh H. Idham menegaskan kejadian serupa bukan hanya sekali ini saja melainkan itu adalah kasus kedua, yang mana kata Idham sebelumnya Photo H.Ahmad Jayadikarta yang berubah karakteristik wajahnya.

“Kejadian ini sudah yang kedua, jadi dengan ini saya minta agar KPU bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai pelaksana  Pilkada, jangan ada keberpihakan terhadap salah satu calon,” tegasnya.

Menurut H. Idham, Dirinya sudah menyampaikan secara langsung kepada Ketua KPU agar kejadian serupa jangan sampai terulang lagi dikemudian hari.

“Kalau sampai tiga kali hasilnya tetap sama, maka kami tidak akan tinggal diam, kami akan menempuh jalur hukum,” pungkasnya. (Rdw)