Beranda RAGAM DAERAH Keluarga Miskin Berharap Bantuan Pemerintah Adil dan Merata

Keluarga Miskin Berharap Bantuan Pemerintah Adil dan Merata

1578
1
BERBAGI

Rembang, (faktahukum.co.id) – Seperti dilansir http://keluargaharapan.com/14-kriteria-miskin-menurut-standar-bps/ terkaitdevinisi kemiskinan di Indonesia yang dibuat oleh BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan beberapa kriteria sebagai sebuah keluarga miskin yang menjadi bahan acuannya.

Pengertian kemiskinan di Indonesia yang dibuat oleh BPS (Badan Pusat Satatistik) mendefinisikan kemiskinan dengan membuat kriteria besarannya pengeluaran per orang per hari sebagai bahan acuan. Dalam konteks itu, pengangguran dan rendahnya penghasilan menjadi pertimbangan untuk penentuan kriteris tersebut.

KELUARGA MISKIN MENURUT BPS
Adapun kriteria statistik menurut BPS adalah:
(1). Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8m2 per orang, (2). Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan, (3). Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/ rumbia/ kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester, (4). Tidak memiliki fasilitas buang air besar/ bersama-sama dengan rumah tangga lain. (5). Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik, (6). Sumber air minum berasal dari sumur/ mata air tidak terlindung/ sungai/ air hujan, (7). Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/ arang/ minyak tanah, (8). Hanya mengkonsumsi daging/ susu/ ayam dalam satu kali seminggu, (9). Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun, (10). Hanya sanggup makan sebanyak satu/ dua kali dalam sehari, (11). Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/ poliklinik, (12). Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah: petani dengan luas lahan 500m2, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan dan atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan dibawah Rp. 600.000,- per bulan, (13). Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga: tidak sekolah/ tidak tamat SD/ tamat SD, (14). Tidak memiliki tabungan/ barang yang mudah dijual dengan minimal Rp. 500.000,- seperti sepeda motor kredit/ non kredit, emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya, jika minimal 9 variabel terpenuhi maka suatu rumah tangga miskin.

Kemudian terkait temuan dan penanganan penyakit kepada seorang anak berumur 12 tahun dari keluarga miskin yang mengaku kurang mendapatkan perhatian hingga menjadikan kelumpuhan terhadap kedua kakinya tersebut, faktahukum.co.id didampingi sebuah komunitas yang peduli sosial di Rembang, di kediamanya yang berada di wilayah RT 2 / RW 2, Dusun Sumber Agung, Desa Sambiroto Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Yarti memberikan keterangan, Kamis (2/8/18) .

AWAL KEJADIAN
Diceritakanya, “Pertama kali anak angkatnya tersebut menderita penyakit yang berlanjut dengan kelumpuhan kedua kakinya, berawal ditandai dengan demam yang cukup tinggi, tetapi karena tidak adanya pantauan dari tenaga medis, hingga berakhir kelumpuhan pada kedua kaki anaknya hingga kini,”ungkapnya.

Diakuinya , disebabkan karena ketidak tahuan bagaimana cara menggunakan Kartu Jaminan Kesehatan dari Pemerintah sebagai jaminan kepada keluarga miskin (BPJS) yang menjadikanya enggan membawa sang anak mendapat layanan kesehatan dari PUSKESMAS terdekat, awal demam tinggi dan berangsur menjadikan lumpuhnya kedua kaki Muhamad Rokhim anak angkatnya tersebut, Mardi mengungkapkan.

Ia menambahkan,”Penghasilan suami  hanya mendapatkan Rp.14.000,- perhari dari hasil mengumpulkan ranting kayu dan dijualnya kepada warga yang berkenan membelinya  untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, maka dirasa sangat kurang,”ungkapnya.

Ditambahkan Yarti, rumahnya yang berukuran 8 x 7 Meter Persegi berlantai tanah dan berdinding kayu seadanya tersebut diakui juga tidak dimilikinya fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) untuk keluarganya, didampingi anak angkatnya,” Yarti menjelaskan.

Ia juga berharap, dengan pekerjaan dan penghasilan sang suami yang sangatlah kecil tersebut, sangatlah tidak mungkin baginya untuk menyisihkan sebagaian dari hasil kerja suaminya, apalagi menyisihkanya untuk memperbaiki kondisi rumahnya, sehingga mereka menaruh harapan kepada Bupati untuk memberikan Bantuan Bedah Rumahnya dan jaminan hidup bagi keluarganya, didampingi anak angkatnya, Yarti menyampaikan harapanya.

Masih di tempat yang sama, Mardi selaku Ketua RT 2, Dusun Sumber Agung Desa Sambiroto, Kecamatan Sedan – Rembang usai membantu sebuah komunitas yang peduli sosial usai membantu mengukur luasan rumah yang ingin disulap menjadi rumah layak huni Mardi juga menyampaikan harapanya,”Baik pemerintahan Desa, Kabupaten, Propinsi, Pusat hendaknya bisa merealisasikan secara nyata, adil dan merata terhadap bantuan kelayakan hunian dan penghidupan bagi warga miskin,”ujar Mardi.

“Sehingga dapat terwujud Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia sesuai dengan Sila ke-2 UUD 45′ dapat terwujud seperti harapan kita semua, karena dalam hitunganya, masih ada sekitar 10 unit rumah warga dengan kondisi tidak jauh berbeda seperti rumah yang dihuni oleh keluarga Yatri tersebut, dan mebutuhkan bantuan dari pemerintah untuk dipugar agar layak ditempati,” pungkas dan harap warga yang juga sebagai Ketua RT 2 tersebut. (Sugito)

1 KOMENTAR