Beranda RAGAM DAERAH Kejari Katingan Lakukan Penahanan Dua Pelaku Korupsi Dana APBDes

Kejari Katingan Lakukan Penahanan Dua Pelaku Korupsi Dana APBDes

151
0
BERBAGI

Kejaksaan Negri, Kab. Katingan, melakukan penahan terhadap dua pelaku korupsi dana APBDes, foto (6/4/2021).

Katingan-Kalteng, (faktahukum.co.id) – Setelah sehari sebelumnya melakukan penangkapan terhadap tersangka pelaku tindak pidana korupsi di desa Karuing, kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan. Kini penahanan kembali dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Katingan, terhadap dua orang tersangka korupsi  penyelewengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes)  di desa Tewang Baringin, kecamatan Tewang Sanggalang Garing, kabupaten Katingan, Selasa (6/4/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Katingan, melalui Kasi Pidsus, Erfandie Quiliem, S.H., M.H., mengatakan, tersangka berinisial  AE, adalah Kepala Desa Tewang Beringin, kecamatan Tewang Sangalang Garing, kabupaten Katingan sedangkan tersangka beriniasil H adalah ASN kecamatan Tewang Sanggalang Garing yang bertugas selaku Pejabat Kepala Desa periode Juli sampai dengan Desember 2019.

“Kedua tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Kasongan terhitung sejak tanggal 6 April 2021 hingga 25 April 2021,” katanya.

Lanjut Erfandi, sebelumnya pada tanggal 21 Januari 2021, Jaksa Penyidik Kejari Katingan, telah menetapkan dua orang tersangka masing – masing dengan inisial AE dan H, dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Pemerintah desa Tewang Beringin, kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, Tahun Anggaran 2018 dan 2019.

Untuk perkara ini, pada tahun anggaran 2018 dan 2019, tersangka AE merupakan Kepala Desa Tewang Beringin sedangkan tersangka H merupakan Penjabat Kepala Desa Tewang Beringin periode Juli hingga Desember 2019.

“Modus yang dilakukan adalah bertindak secara sendiri sendiri dengan melakukan penyimpangan dan penyalahgunaan dana APBD desa, Pemerintah Desa Tewang Beringin,” lanjutnya.

Akibat perbuatan tersangka, Kerugian keuangan negara mencapai senilai Rp. 825.336.037,05 (delapan ratus dua puluh lima juta tiga ratus tiga puluh enam ribu tiga puluh tujuh rupiah lima sen).

Perbuatan itu diduga menguntungkan diri tersangka AE senilai Rp. 483.120.991,06.- (empat ratus delapan puluh tiga juta seratus dua puluh ribu sembilan ratus sembilan puluh satu rupiah enam sen) dan diduga menguntungkan tersangka H senilai Rp. 342.215.045,99.- (tiga ratus empat puluh dua juta dua ratus lima belas ribu empat puluh lima rupiah sembilan puluh sembilan sen).

“Para Tersangka di sangka melanggar Primair : Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18, Subsider :  Pasal 3 jo. Pasal 18, Lebih Subsider : Pasal 9  Undang-Undang RI Nomor : 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor : 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke- 1 KUHPidana,  dengan ancaman Pidana Penjara Seumur Hidup dan atau maksimal 20 (dua puluh) tahun penjara,” jelas Erfandie Quiliem.

Beberapa tahun sebelumnya, Kejaksaan Negeri Katingan, gencar mengkampanyekan pencegahan korupsi dengan membuat spanduk, baliho berisi tebaran ancaman bagi pelaku korupsi, dan saat ini sudah dilakukan penindakan terhadap para pelaku korupsi di wilayah Kab. Katingan, Prov. Kalimantan Tengah.

Penulis : Dany Yuswanto.    Editor : Ade’M.