Beranda FAKTA UTAMA Kasus Gula Rafinasi, Dirut PT. Crown Pratama Masuk Bui

Kasus Gula Rafinasi, Dirut PT. Crown Pratama Masuk Bui

1521
0
BERBAGI
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal (Dittipideksus Bareskrim) Polri

Jakarta, (FHI) – Setelah Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal (Dittipideksus Bareskrim) Polri menetapkan Direktur Utama PT Crown Pratama (CP) berinisial BB sebagai tersangka pada kamis (02/11/2017) lalu, kasus distribusi gula rafinasi atau gula khusus industri ke sejumlah hotel dan kafe mewah di Indonesia itu akhirnya usai pemeriksaan pada kamis kemarin (9/11/2017) Dirut PT. CP resmi ditahan demi kepentingan pemeriksaan.

Penyidik sudah mengidentifikasi setidaknya terdapat 56 hotel dan cafe yang berada dikota-kota besar seperti jakarta dan sejumlah kota lainnya. Sebelumnya tanggal 13 Oktober 2017 penyidik melakukan penggeledahan digudang PT. Crown Pratama yang terletak di Jl. Pool PPD Prima Center 2 Blok D No. 6 RT 10 RW 02 Kelurahan Kedaung Kaliangke Kecamatan Cengkareng Kota Jakarta Barat dan Gula rafinasi didistribusikan sebuah perusahaan di Cengkareng, Jakarta Barat, PT CP sejak 2008.

Menurut keterangan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Agung Setya, BB ditahan untuk kepentingan penyidikan. BB ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta.

Agung Setya juga menerangkan, penyidik meyakini BB bertanggung jawab atas dugaan tindak pidana penyimpangan distribusi gula rafinasi ini.

PT CP diduga mendapat pasokan gula rafinasi dari dua distributor dalam bentuk kemasan bungkus kecil (sachet) lalu diberi merek hotel atau kafe. Namun, Agung masih menolak membeberkan nama distributor dimaksud.

“(Distributor) sedang dalam proses identifikasi, yang pasti dikirimkan gula rafinasi dengan berat 50 kilogram per karung oleh distributor kepada PT CP,” kata Agung.

BB dijerat dengan Pasal 139 juncto Pasal 84 dan Pasal 142 juncto Pasal 91 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dan Pasal 62 juncto Pasal 8 (1) huruf a UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana penjara lima tahun.

Dittipideksus Bareskrim mengungkap kasus distribusi gula rafinasi ke sejumlah hotel dan kafe mewah di Indonesia oleh PT CP, Jumat (13/10) lalu.

Perusahaan yang bergerak di sektor pangan dan berlokasi di Cengkareng, Jakarta Barat itu disebut membeli gula rafinasi Rp10 ribu per kilogramnya.

Saat pertama kali beroperasi, perusahaan itu per bulannya mengemas 2 ton gula ke dalam bentuk bungkus kecil (sachet) dengan berat bersih masing-masing bungkus kecil antara 6 hingga 8 gram.

Perusahaan itu kemudian diketahui menjual gula rafinasi tersebut ke hotel dan kafe mewah seharga Rp130 per bungkusnya. Terkait penjualan itu, sejak tahun lalu, produksi gula PT CP meningkat meningkat 10 kali lipat menjadi 20 ton.

(mr)