Beranda RAGAM DAERAH Kadinkes Barut: Puskesmas bertanggungjawab pada pembangunan kesehatan

Kadinkes Barut: Puskesmas bertanggungjawab pada pembangunan kesehatan

55
0
BERBAGI

Barito Utara – Puskesmas adalah unit pelayanan teknis Dinas Kesehatan Kabupaten yang bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya masing-masing.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, H Siswandoyo saat membuka rapat evaluasi program kesehatan lingkungan Puskesmas untuk keperluan pencegahan dan penanggulangan COVID-19, di aula kantor Setda setempat, Senin (11/10/2021).

Kegiatan rapat ini dihadiri Sekretaris Dinkes Pariadi, Kabid PSDK Ruyanto, Kabid Kesmas Enny Franziah serta pengelola program 17 Puskesmas se Barito Utara.

Menurut H Siswandoyo, dalam pelaksanaannya, pembangunan kesehatan diselenggarakan berdasarkan asas perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian serta adil dan merata dalam mengutamakan aspek manfaat, utamanya bagi kelompok rentan seperti ibu, bayi, dan para lansia serta keluarga tidak mampu.

“Kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan bahkan merupakan salah satu usur penentu atau determinan dalam kesejahteraan penduduk,” kata Siswandoyo.

Dimana lingkungan yang sehat sangat dibutuhkan bukan hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk kenyamanan hidup dan meningkatkan efesiensi kerja dan belajar.

Program kesehatan lingkungan adalah salah satu program puskesmas yang berupaya untuk menciptakan kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungan untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia dan lingkungan guna mendukung tercapainya kualitas hidup yang sehat dan bahagia.

Selain itu juga ucapnya, program kesehatan lingkungan adalah upaya untuk meningkatkan kesehatan lingkungan melalui upaya sanitasi dasar, pengawasan mutu lingkungan dan tempat-tempat umum.

“Seperti pengendalian pencemaran lingkungan dengan meningkatkan peran serta masyarakat dan keterpaduan pengelolaan lingkungan melalui analisis dampak lingkungan serta program stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS),” jelas Kadis Kesehatan Barut.

Sementara, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Enny Franziah, dalam laporannya pada kegiatan tersebut mengatakan, maksud dan tujuan dari dilaksanakannya kegiatan evaluasi program kesehatan lingkungan Puskesmas ini adalah agar peserta yang mengikuti kegiatan mampu meningkatkan pelaksanaan dan capaian program kesehatan lingkungan.

Selain itu kata dia, pada peserta mampu meningkatkan capaian program pengawasan kualitas air, pengawasan makanan dan minuman, pengawasan tempat-tempat umum, akses sanitasi terhadap jamban sehat, pengelolaan limbah medis serta pengembangan kabupaten kota sehat.

“Dapat mempercepat penginputan program penyehatan lingkungan dengan aplikasi E-Monev Hygiene Sanitasi Pangan (HSP), E- Monev Tempat Fasilitas Umum (TFU), E-Monev Pengawasan Kualitas Air Minum (PKAM) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Smart,” tandasnya.

Pada kegiatan itu juga Kadis Kesehatan mengapresiasi kepada puskesmas yang telah melaksanakan penginputan terbanyak E-Monev Kesehatan Lingkungan yang diserahkan kepada pemegang Program Kesling yaitu, Puskesmas Muara Teweh, Puskesmas Lanjas dan Puskesmas Pir Butong. (@lie/Tim).