Beranda RAGAM DAERAH Jembatan Riam Botung Malata Runtuh Termakan Usia

Jembatan Riam Botung Malata Runtuh Termakan Usia

469
0
BERBAGI

Lamandau Kalteng (faktahukum.co.id) Poros jalan yang menghubunkan antara kecamatan Menthobi Raya dan kecamatan bulik timur putus. Tepatnya di desa malata telah terjadi ambruknya jembatan riam botung, Kamis,23/5/2019.

Camat Menthobi Raya, Dr. (Cand) Aprimeno Sabday, ST, M.Si, MT saat meninjau lokasi ambruknya jembatan riam botung di desa malata mengatakan, jalan dan jembatan ini merupakan jalur sangat vital untuk keluar masuknya masyarakat,Khususnya anak-anak sekolah banyak melintas, dengan melihat kondisi ambruknya jembatan ini, ada upaya yang harus dilakukan setidaknya ada jalur sementara segera dipersiapkan.

Aprimeno menuturkan, tadi komunikasi kasi terantip dengan pihak ke tiga, berada di sebrang jembatan runtuh ini, memang akan dilakukan langkah-langkah itu dalam waktu dekat, dan kami berharap secepatnya ada tindakan khusus dari pihak perusahaan, mungkin bekerjasama dengan pemerintahan tentunya melalui Dinas teknis secepatnya memperbaiki jembatan ini, sebab masyarakat sangat mengharapkan sekali.

“Jadi saya sebut anak sekolah itu adalah pengguna jalan tidak berdaya, tapi lainnya banyak termasuk para pekerja, bekerja dari desa-desa di seberang sini dan sekitarnya melalui jalan poros malata,”terangnya.
Kata Dia, artinya kebutuhan dari sisi pekerjaan masyarakat kami sangat membutuhkan jembatan ini supaya mendapatkan perhatian semua pihak, agar cepat selesai dan fungsi kembali. Dari perusahaannya sendiri tentu punya kepentingan, sebab ini adalah jalur produksi mereka.

Saat ini akses yang paling mungkin melalui desa malata, karena disana pada bulan yang lalu sudah direhab, sama seperti ini sekarang sudah fungsional. Walaupun agak jauh sedikit, tapi itu jalan paling mungkin untuk sementara menuju ke seberang. Ada alternatif lain, lebih jauh melewati perkotaan lewat 18 bukit jaya.
“Poros jalan malata ini sangat penting, sebab melayani kecamatan bulik Timur hampir 80% menggunakan jalan ini,”jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Lamandau, Jamher mengatakan Sebagai langkah preventif kami lakukan, dari atas nama Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui BPBD, kami laksanakan beberapa pencegahan terhadap masyarakat yang akan melintas di sini karena sangat berbahaya.

Ketika kita lihat di lokasi tepatnya jembatan riam botung di desa malata memiliki panjang 50 M dan lebar 8 M tidak bisa difungsikan, maka kami membuat pemasangan police line dan juga himbauan kepada masyarakat yang akan melintas, kami juga akan membuat semacam peta yang nanti akan bisa dilintasi oleh masyarakat termasuk opsi lain atau alternatif yang bisa dilaksanakan untuk melintas.Secara otomatis sudah tidak bisa digunakan sebagaimana yang disampaikan oleh camat Menthobi Raya benar adanya.

Lanjut Dia, sebagian masyarakat yang bekerja di PT. SMU atau TSA melintas disini, termasuk masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Bulik Timur access lewat jembatan ini, ketika jembatan putus atau tidak bisa difungsikan lagi secara otomatis masyarakat kami harus melintas disimpang perigi, ke simpang beruta kemudian ke Bukit Jaya.

“Jadi himbauan kepada masyarakat supaya lebih ekstra hati-hati atau jangan sampai dipaksa untuk melintas demi keamanan dan kenyamanan kita bersama secara khusus untuk keselamatan jiwa seseorang,”jelasnya.(M.Andreyanto)