Beranda RAGAM DAERAH Jaga Kelestarian Budaya, Kesti TTKKDH Pandeglang Latih Silat Santri

Jaga Kelestarian Budaya, Kesti TTKKDH Pandeglang Latih Silat Santri

216
0
BERBAGI

Pandeglang, (faktahukum.co id) – Guna menjaga kelestarian budaya asli Indonesia dari seni beladiri pencak silat, kesti Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) Cabang Pandeglang, rutin memberikan pelatihan kepada para santri yang ada di wilayah Pandeglang.

Pelatihan biasa dilakukan setiap malam Jumat, dengan cara ruwatan atau urutan yaitu mengurut bagian lengan agar nanti nya menjadi kuat ketika menghadapi serangan dari musuh.

Ketua kesti TTKKDH Pandeglang, Surya mengatakan, budaya seni beladiri pencak silat adalah asli hasil karya para leluhur bangsa indonesia yang diciptakan oleh para leluhur bangsa ini untuk melawan penjajah pada jaman perang.

“Pencak silat sebagai seni bela diri hasil karya bangsa Indonesia harus tetap dijaga dan dilestarikan, dengan cara terus mengajarkan atau mewarisi kepada generasi penerus bangsa,” kata Surya. Selasa (21/9/2021).

Ia menambahkan, bela diri pencak silat adalah suatu olahraga yang baik buat kesehatan sekaligus bisa menjaga diri dan menolong orang lain apabila terjadi tindak kejahatan.

“Pencak silat TTKKDH sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh, selain suatu kegiatan olahraga, di dalam kesti TTKKDH juga ada beberapa syarat yang wajib dipatuhi bila ingin menjadi murid atau keluarga kesti TTKKDH, yaitu tidak boleh sombong, tidak mempergunakan ilmu bela diri untuk kejahatan, dan yang paling utama tidak boleh Mabuk-mabukan dan melanggar aturan yang dilarang oleh agama dan negara,” papar Surya.

Ditempat yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren (Pinpes) Nurul Huda, yang berlokasi di Kp. Pasir Kelapa, Kel. Pandeglang, Kec. Pandeglang, H. Endin, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar kesti TTKKDH Kab. Pandeglang, yang sudah mau meluangkan waktu tenaga dan pikirannya untuk melatih para santri di Ponpes saya.

“Saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada para pelatih kesti TTKKDH yang sudah mau mengajarkan olahraga seni beladiri pencak silat kepada santri-santri di Ponpes Nurul Huda, seni bela diri pencak silat adalah warisan leluhur bangsa, ini wajib untuk kita jaga dan dilestarikan, yang paling utama kita niatkan ibadah yaitu menjalankan perintah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, yang memerintahkan kita untuk menjaga kesehatan tubuh dengan cara berolahraga,” tutur KH. Endin.

Setiap manusia wajib hukumnya bisa membela bila dirinya maupun keluarga atau orang sekitar bahkan negara jika terancam oleh orang-orang yang ingin berbuat jahat dengan cara menyerang untuk melukai.

“Wajib hukumnya sebagai seorang manusia untuk membela diri dari ancaman atau serangan orang yang ingin melukai kita, dan cara membela diri salah satunya yaitu kita menguasai ilmu bela diri seperti pencak silat,” tutup KH. Endin.

Penulis: Putra.                       Editor: M. J.