Beranda RAGAM DAERAH Heboh, Diduga Beli Tanah Pake Dana APBDes 2019

Heboh, Diduga Beli Tanah Pake Dana APBDes 2019

37
0
BERBAGI

Sukamara, (faktahukum co .id) – Pemerintah Desa Ajang Kecamatan Permata Kecubung Kabupaten Sukamara lagi-lagi di pertanyakan warganya sendiri, pasalnya pemerintah desa menggunakan anggaran APBDes 2019 untuk melakukan pembelian tanah dengan harga tinggi. Sebelumnya Desa Ajang dihebohkan dengan masalah APBDes yang tidak swakelola.

“Ini tanda tanya besar buat kami sebagai warga Desa Ajang, penggunaan APDes jelas tidak swakelola dan sekarang Desa Ajang membeli tanah menggunakan APBdes 2019 dengan harga selangit, pembeliannya pun tidak transparan, mahalnya harga dan status tanah itu juga jadi tanda Tanya,” kata Abun di hadapan awak media, Senin, (18/11/19).

Menurut pengakuan Daman salah satu warga Desa Ajang, menjual tanah miliknya kepada Desa Ajang seluas 4 Hektar dengan harga 70 juta perhektar, total keseluruhan Rp. 280juta dengan menggunakan anggaran APBDes 2019.

“Ya saya jual tanah seluas 4 hektar dengan harga Rp. 70jt/hektar, totalnya Rp. 280juta” ucap Daman.

Sementara menurut informasi dari warga masyarakat lainnya di Desa Ajang tidak ada tanah dengan harga semahal itu. Apalagi kalau letaknya yang jauh dari perkampungan seperti yang dibeli oleh Desa Ajang saat ini.

“Perusahaan sawit saja (PT) beli hanya berkisar Rp30jt hingga Rp35 juta perhektar itupun karena sudah ada tanam tumbuh di atasnya. Jadi aneh kalau ada harga tanah mahal di kawasan itu, kami warga curiga ada korupsi di balik pembelian tanah ini,” ucap Yahudi.

Selanjutnya menurut keterangan salah satu anggota BPD Desa Ajang, mengungkapkan,”Sebenarnya pemilik tanah itu bukan Daman, dia hanya atas nama saat pembelian atau perantara saja. Ada warga sudah menghubungi pemilik asal tanah itu dan mengatakan bahwa tanah itu hanya dibeli Rp.40 juta perhektar bukan 70 juta,” ungkapnya.

Warga Desa Ajang mempertanyakan lebih jauh soal pembelian tanah dengan harga tinggi dan tidak adanya transparansi pemerintah desa terhadap warga sehingga menimbulkan tanda tanya di masyarakat.

“Karena tidak adanya keterbukaan dalam pembelian tanah ini, wargapun tidak tahu untuk apa tanah itu dibeli.Ditengah-tengah warga ramai dibicarakan bahwa tanah itu diperuntukkan untuk pemakaman sebab memang tanah pemakaman sangat diperlukan sehingga diusulkan pada saat Musrembangdes, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa tanah tersebut untuk perkebunan Desa,” Lemena.

Warga pun pernah mendatangi Kantor Pemerintah Desa mendesak agar Pemerintah Desa segera mengadakan rapat untuk menjelaskan hal tersebut kepada warga, tetapi Pemerintah Desa tidak merespon permintaan warga.

Sementara itu Kepala Desa Ajang Ariwan Jaya saat di konfirmasi klarifikasi di kantornya mengatakan,”Harga pembelian tanah itu sama sekali tidak melebihi standar harga yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk Kawasan tanah di Desa Ajang,” kata Kades, Kamis (21/11/19) waktu lalu.

Dia menambahkan,”Masalah status tanah itu untuk Perkebunan, bila suatu nanti jika diperlukan untuk pemakaman, maka Pemerintah Desa akan mengeluarkan surat alih fungsinya,” pungkasnya.

Penulis: Helen. Editor: Adunk