Home NASIONAL Hasil Sidang Isbat Tentukan Hari Raya Iedul Fitri 1440 H oleh Kementrian...

Hasil Sidang Isbat Tentukan Hari Raya Iedul Fitri 1440 H oleh Kementrian Agama

92
0
SHARE

Jakarta, (faktahukum.co.id) -Kegiatan Sidang Isbat atau penentuan jatuhnya Hari Raya Iedu Fitri 1440 Hijriyah digelar pada Senin (3/6/2019) petang sebelum waktu Shalat Maghrib berlangsung di Lobby Kantor Kementerian Agama di Jakarta Pusat.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin masih terjadwal memimpin sidang yang diikuti para ulama, tokoh organisasi kemasyarakatan Islam, pakar astronomi, delegasi negara sahabat dan unsur terkait lainnya.

Kegiatan Sidang Isbat diawali paparan secara terbuka mengenai posisi bulan sabit baru (hilal) berdasarkan data astronomi (falak) oleh pakar astronomi.

Kegiatan dilanjutkan dengan shalat Maghrib kemudian dilakukan sidang tertutup. Setelah itu, hasil sidang isbat diumumkan dalam jumpa pers.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim mengatakan telah menyebar para pemantau hilal di 105 titik di seluruh Indonesia.

Kemenag RI dalam menetapkan jatuhnya Lebaran memadukan dua metode yaitu melalui perhitungan astronomi (hisab) untuk menentukan posisi pasti hilal.

Kemudian akan didapatkan prakiraan letak bulan baru dan dikonfirmasi dengan melihat hilal secara langsung (rukyat).

Apabila bulan baru terlihat perukyat beberapa saat setelah Maghrib tiba (qobla ghurub) maka pada petang ini ditetapkan sudah memasuki 1 Syawal. Artinya, masyarakat Indonesia akan merayakan Lebaran pada Selasa (4/6) atau puasa berlangsung selama 29 hari versi pemerintah.

Sementara itu, jika hilal tidak disaksikan para perukyat maka pada Senin petang ditetapkan sebagai malam 30 Ramadhan.

Dengan kata lain, 1 Syawal jatuh pada Rabu (5/6) atau pada Senin petang masyarakat Muslim masih melanjutkan prosesi amalan puasa seperti tarawih dan pada Selasa (4/6) Muslim di Indonesia masih berpuasa.

Dengan begitu, jumlah hari puasa pada bulan Ramadhan tahun ini adalah 30 hari versi pemerintah.

Pergantian hari dalam sistem kalender Lunar menggunakan petang atau batas perpindahan sore ke malam sebagai titik mula pergantian hari. Berbeda dengan penanggalan Masehi yang menggunakan sistem Gregorian dengan menetapkan pergantian hari dimulai pada pukul 00.00 WIB.

Penetapan hari besar Islam sendiri pada umumnya menggunakan patokan penanggalan Lunar atau Qomariyah. Sistem kalender tersebut menggunakan bulan sebagai dasar perhitungan astronomi dan dituangkan dalam kalender Hijriyah. (MSR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here