Home RAGAM DAERAH H.Hendri Kakanwil Kemenag : Kepala Madrasah Harus Bisa Menulis Karya Ilmiah

H.Hendri Kakanwil Kemenag : Kepala Madrasah Harus Bisa Menulis Karya Ilmiah

37
0
SHARE

PasamanBarat-Sumbar, (faktahukum co.id) – Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Hendri, tantang setiap kepala madrasah negeri, agar mampu menyalurkan inspirasi ilmiahnya dengan menulis buku dan Membuat karya ilmiah hal itu bukanlah tugas tambahan bagi seorang guru.

Untuk saat ini dan ke depan, menulis karya ilmiah, seperti buku, adalah kebutuhan yang harus ada pada setiap diri guru. “Menulis karya ilmiah bagi guru adalah kebutuhan, selanjutnya dijadikan warisan ilmu secara tertulis kepada generasi selenjutnya”, kata Hendri, usai pembukaan pelatihan menulis bagi setiap guru madrasah dan lembaga pendidikan umum se Pasaman Barat di Simpang Empat, Sabtu (09/11/19).kemarin.

Jika ada kepala lembaga pendidikan, terutama jajaran madrasah tidak mampu menulis berarti status bersangkutan sebagai pendidik professional di madrasahnya wajib dipertanyakan.”kata Hendri.

Jangan heran, pada beberapa waktu ke depan, seorang kepala sekolah di lingkungan Kementerian Agama, akan berubah jabatan menjadi guru biasa, karena tidak mampu menjadi penulis.:bebernya.

“Bagi guru, termasuk kepala madrasah yang diberikan tugas kependidikan membuat karya ilmiah, seperti makalah hingga membuat buku, tidak ada alasan untuk tidak mampu menulis”.

Pelatihan menulis buku dengan yang digelar Komunitas Penulis Pembuat Literasi (KPPL) Kementerian Agama Sumatera Barat bekerjasama dengan KPPL Kementerian Agama Pasaman Barat di Balerong Pusako Anak Nagari, Pemda Pasaman Barat, Simpang Empat, diharapkan sebagai wadah penyaluran inspirasi guru, untuk gemar menulis.

Secara kepegawaian, menulis buku adalah di antara persyaratan wajib bagi guru untuk mengurus bahan kenaikan pangkat bersangkutan. Jika selama ini dikenal dengan membuat makalah berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK), saat ini dikembangkan dengan membuat karya tulis, yang pada akirnya mampu menulis buku.

Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Miswan, pada kesempatan itu menyampaikan, kalau setiap guru di daerah ini bisa menulis, berarti akan ada sejumlah karya ilmiah, termasuk buku terkumpul sekaligus jadi referensi bagi pihak lain. Referensi dimaksud, bukan saja sebagai bahan acuan dalam hal penulisan, tapi membatu setiap guru, menyalurkan inspirasi ilmiahnya.

Penulis: Firlan/ Zon  Editor: Syamhunter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here