Beranda RAGAM DAERAH Dua Warga Korban Banjir Hembuskan Nafas Terakhir di Tenda Pengungsian

Dua Warga Korban Banjir Hembuskan Nafas Terakhir di Tenda Pengungsian

2119
0
BERBAGI

Katingan, (faktahukum.co.id) – Kabar duka datang dari tenda pengungsian korban banjir, dua warga desa Asem Kumbang, Kecamatan Kamipang Provinsi Kalimatan Tengah, dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya di tenda pengungsian.

Meski penyebab meninggalnya kedua warga itu bukan karena banjir melainkan karena sakit, ini tetap menjadi suatu keprihatinan yang mendalam sebab terjadi disaat situasi banjir dan sedang berada di tenda pengungsian.

Sebanyak 656 jiwa warga Desa Asem Kumbang terpaksa mengungsi di dataran tinggi yang terletak di seberang Kampung. Setelah air menenggelamkan rumah-rumah warga di desa itu. Banjir kali ini adalah yang terbesar di Kabupaten Katingan sepanjang sejarah.

Ada berbagai cerita nestapa selama dalam pengasingan. Yaya (5) gadis cilik nan lincah wafat di camp evakuasi, Senin (13/9/2021). Selanjutnya, ibu Naning (62) menghembuskan nafas terakhir, Selasa (14/9/2021).

Sekretaris Desa Asem Kumbang, Hendra Susnanto menceritakan, Yaya sebelumnya menderita penyakit leukimia dan sudah sering bolak balik ke rumah sakit Doris Sylvanus Palangka Raya. Namun saat tiba jadwal kontrol kesehatan, orang tuanya memilih bertahan di pengungsian.

“Entah ketiadaan biaya atau penyebab lain. Saat aparat desa mengajak untuk check up ke Palangka Raya, ayahnya menolak,” tuturnya.

Berbeda dengan ibu Naning, meninggal dunia karena sepuh dan sering Sakit-sakitan. “Sebelumnya almarhumah demam tinggi dan sudah diberi obat. Tapi Tuhan berkehendak lain. Keduanya telah dimakamkan di taman pemakaman umum yang letaknya berdekatan dengan tempat pengungsian,” kisahnya pilu.

Sekretaris Desa Asem Kumbang berharap ada perhatian pemerintah dan masyarakat terkait stok logistik di dapur umum yang saat ini telah menipis.

Selain itu, ia meminta tambahan bantuan untuk kebutuhan anak kecil seperti pampers, selimut serta obat obatan. “Memang saat ini air telah berkurang setinggi 40 cm. Tapi air masih merendam rumah warga,” jelasnya.

Sekedar informasi, Banjir di Kabupaten Katingan disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa minggu belakangan.

Semua kecamatan dari hulu hingga hilir terdampak banjir,. Hal itu karena letak geografisnya berada di bantaran sungai Katingan dan anak sungai.

Sejauh ini, hanya ada dua korban jiwa yang dilaporkan. Itupun akibat tersetrum listrik saat banjir. Kini banjir tersebut telah menuju bagian hilir atau muara Kota Kasongan.

Kecamatan Katingan Kuala dan mendawai dilaporkan sudah mulai terimbas banjir. Rumah-rumah warga dan fasilitas umum dikabarkan sudah terendam air.

Penulis : Dany Yuswanto.                     Editor : M.J.